IQPlus
REAL TIME DATA & NEWS SERVICE
🔍
Hangseng Index 25,698.490.00%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,735.85 ▼-0.05%Kospi200 1,079.76 ▼-0.11%Korea Composite 6,815.25 ▼-0.54%Nikkei 225 Osaka 65,285.32 ▼-1.41%Shanghai Composite 3,903.72 ▲0.24%Shenzhen Composite 2,527.16 ▲0.79%Thailand Stock Exchange 1,609.99 ▲0.01%Straits Times Singapore 5,666.03 ▼-0.10%CAC 40 Paris 8,453.09 ▼-0.57%DAX Frankfurt 25,983.04 ▼-0.42%FTSE 100 London 10,748.16 ▲0.04%Dow Jones Industrial Average 52,759.21 ▼-1.32%S&P 500 7,641.63 ▼-0.86%Nasdaq Composite 26,067.17 ▼-1.00%Dow Jones Futures 52,872.00 ▲0.04%New York Stock Exchange 17,188.46 ▼-1.43%Tin 3M 55,845.00 ▲0.53%Zinc 3M 3,764.00 ▲1.51%Cocoa Nybot 6,012.00 ▼-0.32%Light Crude Oil NYM 86.36 ▼-0.54%Brent Crude 93.40 ▼-0.41%Aluminum 3M 3,198.50 ▼-0.90%Nickel 3M 16,890.00 ▼-1.30%Copper 3M 14,049.500.00%Loco London Gold 4,513.60 ▼-0.11%Loco London Silver 68.15 ▲0.13%Emas Rupiah 2,575,795.25 ▼-0.10%Hangseng Index 25,698.490.00%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,735.85 ▼-0.05%Kospi200 1,079.76 ▼-0.11%Korea Composite 6,815.25 ▼-0.54%Nikkei 225 Osaka 65,285.32 ▼-1.41%Shanghai Composite 3,903.72 ▲0.24%Shenzhen Composite 2,527.16 ▲0.79%Thailand Stock Exchange 1,609.99 ▲0.01%Straits Times Singapore 5,666.03 ▼-0.10%CAC 40 Paris 8,453.09 ▼-0.57%DAX Frankfurt 25,983.04 ▼-0.42%FTSE 100 London 10,748.16 ▲0.04%Dow Jones Industrial Average 52,759.21 ▼-1.32%S&P 500 7,641.63 ▼-0.86%Nasdaq Composite 26,067.17 ▼-1.00%Dow Jones Futures 52,872.00 ▲0.04%New York Stock Exchange 17,188.46 ▼-1.43%Tin 3M 55,845.00 ▲0.53%Zinc 3M 3,764.00 ▲1.51%Cocoa Nybot 6,012.00 ▼-0.32%Light Crude Oil NYM 86.36 ▼-0.54%Brent Crude 93.40 ▼-0.41%Aluminum 3M 3,198.50 ▼-0.90%Nickel 3M 16,890.00 ▼-1.30%Copper 3M 14,049.500.00%Loco London Gold 4,513.60 ▼-0.11%Loco London Silver 68.15 ▲0.13%Emas Rupiah 2,575,795.25 ▼-0.10%
IHSG 6,501.585 ▲ +107.460 (+1.68%) | USD-IDR 17,747
← Kembali
Market News - EKOM
OJK : PERDAGANGAN KARBON BAGIAN DARI EKOSISTEM KEUANGAN BERKELANJUTAN
🕐 10/08/26 14:06 | IQPLUS
22150756

IQPlus, (10/8) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perdagangan karbon merupakan salah satu bagian dari ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia.

Deputi Direktur Keuangan Berkelanjutan OJK Yuki Yasarani dalam keterangan bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di Jakarta, Senin, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung perdagangan karbon sebagai bagian ekosistem keuangan berkelanjutan melalui penguatan regulasi hingga transparansi pasar.

"OJK terus memperkuat regulasi, transparansi pasar, perlindungan investor, serta pengembangan berbagai instrumen pembiayaan guna meningkatkan akses pendanaan bagi proyek karbon sektor kehutanan," kata Yuki.

Sementara itu, Direktur The Reform Initiative Hadi Prayitno menilai bahwa kepastian regulasi, metodologi yang kredibel, serta mekanisme pembagian manfaat yang transparan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar karbon Indonesia.

"Reputasi dan integritas proyek akan sangat menentukan daya saing karbon Indonesia di pasar internasional," ujar Hadi.

Di sisi lain, Kementerian Kehutanan juga berupaya untuk memperkuat transformasi pemanfaatan hutan melalui perdagangan karbon yang inklusif dan berintegritas.

"Transformasi pemanfaatan hutan yang kita bangun tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat kelestarian hutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas sumber pendanaan pembangunan, serta mendukung pencapaian target iklim nasional," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Erwan Sudaryanto.

"Oleh karena itu, perdagangan karbon harus dijalankan dengan integritas, transparansi, dan memberikan manfaat yang adil bagi seluruh pemangku kepentingan," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Erwan mengatakan Kemenhut pun terus memperkuat fondasi regulasi perdagangan karbon ini melalui penerbitan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Melalui Offset Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Kehutanan.

"Regulasi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum, memperkuat tata kelola, meningkatkan kredibilitas pasar karbon Indonesia, sekaligus memastikan perdagangan karbon tetap mendukung pengelolaan hutan lestari," ujar Erwan. (end)
📰 BERITA TERKAIT
EKOM: OJK MINTA AKSES KEUANGAN KEUANGAN SYARIAH BAGI MASYARAKAT PERLU DIPERMUDAH
21/08/26 07:20
EKOM: BI BIDIK Rp446,9 MILIAR DARI OMZET DAN BUSINESS MATCHING EKSPOR UMKM DI KKI
21/08/26 07:15
EKOM: CITI INDONESIA CETAK LABA BERSIH Rp994 MILIAR DI SEMESTER I-2026
21/08/26 07:11
INEW: INDEKS UTAMA AS DITUTUP TURUN HARI KAMIS
21/08/26 07:07
EKOM: GRAB NILAI PENGUATAN EKOSISTEM PERLUAS ADOPSI KENDARAAN LISTRIK
21/08/26 07:03
EKOM: IHSG SESI II DITUTUP MENGUAT 107 POIN DI LEVEL 6.501
20/08/26 16:26
EKOM: MENKEU : BUYBACK OBLIGASI AS TEGASKAN KEBIJAKAN RI SUDAH TEPAT
20/08/26 16:23
EKOM: INDONESIA BANTAH TUDUHAN "TRANSHIPMENT" OLEH AS
20/08/26 16:03
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…