IQPlus, (21/8) - Indeks-indeks utama saham AS ditutup melemah pada hari Kamis (20 Agustus) karena kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) mengurangi minat investor terhadap aset berisiko, sementara kinerja yang mengecewakan dari peritel raksasa Walmart memudarkan sentimen investor terhadap sektor konsumen, ditambah lagi dengan lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran akan inflasi.
Saham Walmart anjlok 9,2 persen setelah peritel tradisional terbesar di dunia itu mencatatkan angka penjualan sebanding (comparable sales) kuartalan yang berada di bawah ekspektasi Wall Street, akibat kenaikan harga bensin yang membuat konsumen membatasi pengeluaran mereka.
Laporan tersebut menyeret turun sektor barang kebutuhan pokok konsumen (consumer staples) dan sektor barang konsumsi non-primer (consumer discretionary) dalam indeks S&P 500; kedua sektor ini mencatat kinerja terlemah di antara 11 indeks industri utama dalam indeks acuan tersebut. Peritel pesaing seperti Costco, Dollar Tree, dan Albertsons turut melemah mengikuti jejak Walmart, dengan penurunan berkisar antara 1 persen hingga 2,6 persen.
Kenaikan harga minyak mentah AS hingga melampaui US$87 per barel semakin memperparah kekhawatiran mengenai kondisi daya beli konsumen AS, menurut Mona Mahajan, kepala strategi investasi di Edward Jones. Ia mencatat bahwa investor sebelumnya sudah merasa cemas menyusul data penjualan ritel dan pasar tenaga kerja bulan Juli yang lebih lemah dari perkiraan.
"Muncul pertanyaan mengenai seberapa besar ketahanan konsumen dalam menghadapi harga bensin yang terus tinggi serta tekanan inflasi," ujar Mahajan.
Dow Jones Industrial Average turun 703,84 poin, atau 1,32 persen, menjadi 52.759,21; S&P 500 turun 66,82 poin, atau 0,87 persen, menjadi 7.641,16; dan Nasdaq Composite turun 263,92 poin, atau 1 persen, menjadi 26.067,17. (end/Reuters)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).