IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,200.45▲ 1.16%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,605.28▼ -0.18%Kospi200 862.77▲ 0.55%Korea Composite 5,550.30▲ 0.30%Nikkei 225 Osaka 62,693.16▼ -0.34%Shanghai Composite 3,688.68▲ 0.84%Shenzhen Composite 2,217.29▲ 2.64%Thailand Stock Exchange 1,562.67▲ 0.42%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,417.82▲ 0.05%Austrian Traded Index 6,565.70▲ 1.75%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,811.26▼ -1.41%DAX Frankfurt 25,371.75▼ -1.08%FTSE 100 London 10,725.03▼ -0.26%Dow Jones Industrial Average 52,867.98▲ 0.02%S&P 500 7,663.35▼ -1.21%Nasdaq Composite 26,008.86▼ -2.60%Dow Jones Futures 52,961.00▼ -0.20%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,745.00▲ 1.31%Zinc 3M 3,703.50▲ 0.90%Cocoa Nybot 5,607.00▼ -4.04%Light Crude Oil NYM 100.62▲ 1.16%Brent Crude 114.20▲ 0.91%Aluminum 3M 3,024.00▲ 0.50%Nickel 3M 15,950.00▼ -1.05%Copper 3M 14,229.50▲ 1.08%Loco London Gold 4,016.00▼ -0.18%Loco London Silver 54.07▼ -0.93%Emas Rupiah 2,333,013.75▼ -0.18%Hangseng Index 23,200.45▲ 1.16%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,605.28▼ -0.18%Kospi200 862.77▲ 0.55%Korea Composite 5,550.30▲ 0.30%Nikkei 225 Osaka 62,693.16▼ -0.34%Shanghai Composite 3,688.68▲ 0.84%Shenzhen Composite 2,217.29▲ 2.64%Thailand Stock Exchange 1,562.67▲ 0.42%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,417.82▲ 0.05%Austrian Traded Index 6,565.70▲ 1.75%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,811.26▼ -1.41%DAX Frankfurt 25,371.75▼ -1.08%FTSE 100 London 10,725.03▼ -0.26%Dow Jones Industrial Average 52,867.98▲ 0.02%S&P 500 7,663.35▼ -1.21%Nasdaq Composite 26,008.86▼ -2.60%Dow Jones Futures 52,961.00▼ -0.20%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,745.00▲ 1.31%Zinc 3M 3,703.50▲ 0.90%Cocoa Nybot 5,607.00▼ -4.04%Light Crude Oil NYM 100.62▲ 1.16%Brent Crude 114.20▲ 0.91%Aluminum 3M 3,024.00▲ 0.50%Nickel 3M 15,950.00▼ -1.05%Copper 3M 14,229.50▲ 1.08%Loco London Gold 4,016.00▼ -0.18%Loco London Silver 54.07▼ -0.93%Emas Rupiah 2,333,013.75▼ -0.18%
IHSG 5,446.741 ▲ +58.836 (+1.09%) | USD-IDR 18,064
← Kembali
Market News - EKOM
MENPERIN TARGETKAN PRODUKSI RUMPUT LAUT RI JADI NOMOR SATU DUNIA
🕐 06/10/26 16:25 | IQPLUS
27859024

IQPlus, (6/10) - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan jajaran Kementerian Perindustrian siap mengambil langkah untuk mempersiapkan ekosistem industri rumput laut nasional. Ia berharap upaya bersama ini dapat mengantarkan produksi rumput laut Indonesia menjadi nomor satu di dunia. Hal itu disampaikan Menperin dalam Peluncuran Integrated Seaweed Development Action Plan (ISDAP) 2026-2030 di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (6/10).

"Insyaallah jajaran Kemenperin siap mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan ekosistem industri rumput laut ini sebagai satu potensi baru yang membanggakan kita semua. Mudah-mudahan ini menjadi langkah penting agar produksi rumput laut Indonesia dan seluruh hilirisasinya bisa menjadikan produksi rumput laut Indonesia nomor satu di dunia, seperti yang disampaikan Kepala Bappenas (Rachmat Pambudy),"kata Sarmuji.

Kementerian Perindustrian memperkuat pengembangan industri rumput laut nasional sebagai bagian dari agenda industrialisasi dan hilirisasi, seiring besarnya potensi sumber daya rumput laut Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah. Pengembangan komoditas tersebut diarahkan untuk menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus membangun rantai nilai industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini sejalan dengan ISDAP 2026-2030 yang diinisiasi dan dikoordinasikan oleh Kementerian PPN/Bappenas.

"Bagi Kementerian Perindustrian, inisiatif ini merupakan langkah penting untuk memperkuat sinergi pembangunan rumput laut nasional, khususnya dalam industrialisasi, hilirisasi, penciptaan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi," ujar Menperin.

Menurut Menperin, pengembangan industri rumput laut memiliki relevansi dengan kinerja sektor manufaktur nasional yang terus tumbuh positif. Pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Pada periode yang sama, sektor ini menyumbang Rp1.102,88 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sekitar 38,98 persen terhadap realisasi investasi nasional, dan sekitar 82,40 persen terhadap ekspor nasional. Sebanyak 14 dari 15 subsektor industri pengolahan nonmigas juga mencatatkan pertumbuhan positif.

Berdasarkan data Manufacturing Value Added (MVA) tahun 2025 yang dirilis World Bank, nilai tambah industri manufaktur Indonesia mencapai USD275,61 miliar, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-12 dunia dan pertama di Asia Tenggara.

Khusus industri makanan dan minuman, sektor ini memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Pada semester I 2026, industri makanan dan minuman menyumbang 41,86 persen terhadap PDB industri nonmigas dan 7,16 persen terhadap PDB nasional, serta tumbuh 6,77 persen. Dalam pengembangannya, rumput laut menjadi salah satu komoditas yang berpotensi besar diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah.

"Rumput laut memiliki peluang pemanfaatan yang luas, tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai bahan baku berbagai produk bernilai tambah. Produk turunannya antara lain pangan, agar dan karagenan, hingga bahan untuk industri farmasi, kosmetik, nutraceutical, biomaterial, dan bioplastik," tutur Menperin. (end)

📰 BERITA TERKAIT
EKOM: MENKO BAHLIL: PEMERINTAH AKAN TAMBAH KUOTA PERTALITE
23/10/26 13:45
EKOM: BI : UANG BEREDAR TUMBUH SEBESAR 8,3% PADA SEPTEMBER 2026
23/10/26 13:31
EKOM: KEMENKOP: PENGUATAN KREATIVITAS INOVASI FONDASI KEBERLANJUTAN KOPERASI
23/10/26 13:21
EKOM: INDIA HENTIKAN PENYELIDIKAN ANTISUBSIDI PRODUK CFG ASAL INDONESIA
23/10/26 10:51
EKOM: PRESIDEN PRABOWO LUNCURKAN DEWAN NASIONAL KESEJAHTERAAN KEUANGAN
23/10/26 10:31
EKOM: KEMNAKER PERKUAT KESIAPAN PESERTA MAGANG KE JEPANG
23/10/26 10:27
EKOM: PEMERINTAH DAN PERTAMINA BERSINERGI PERKUAT RDMP BALIKPAPAN
23/10/26 10:21
EKOM: MENDAG OPTIMISTIS EKSPOR KE KANADA MENGUAT
23/10/26 09:55
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…