IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,182.18▲ 1.07%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,605.49▼ -0.16%Kospi200 862.77▲ 0.55%Korea Composite 5,550.30▲ 0.30%Nikkei 225 Osaka 62,693.16▼ -0.34%Shanghai Composite 3,687.80▲ 0.81%Shenzhen Composite 2,216.14▲ 2.59%Thailand Stock Exchange 1,562.67▲ 0.42%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,420.03▲ 0.09%Austrian Traded Index 6,565.70▲ 1.75%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,811.26▼ -1.41%DAX Frankfurt 25,371.75▼ -1.08%FTSE 100 London 10,725.03▼ -0.26%Dow Jones Industrial Average 52,867.98▲ 0.02%S&P 500 7,663.35▼ -1.21%Nasdaq Composite 26,008.86▼ -2.60%Dow Jones Futures 52,930.00▼ -0.26%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,655.00▲ 1.13%Zinc 3M 3,702.00▲ 0.84%Cocoa Nybot 5,607.00▼ -4.04%Light Crude Oil NYM 100.82▲ 1.36%Brent Crude 114.40▲ 1.09%Aluminum 3M 3,021.00▲ 0.40%Nickel 3M 15,935.00▼ -1.15%Copper 3M 14,215.50▲ 0.98%Loco London Gold 4,014.70▼ -0.21%Loco London Silver 54.06▼ -0.96%Emas Rupiah 2,331,910.25▼ -0.22%Hangseng Index 23,182.18▲ 1.07%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,605.49▼ -0.16%Kospi200 862.77▲ 0.55%Korea Composite 5,550.30▲ 0.30%Nikkei 225 Osaka 62,693.16▼ -0.34%Shanghai Composite 3,687.80▲ 0.81%Shenzhen Composite 2,216.14▲ 2.59%Thailand Stock Exchange 1,562.67▲ 0.42%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,420.03▲ 0.09%Austrian Traded Index 6,565.70▲ 1.75%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,811.26▼ -1.41%DAX Frankfurt 25,371.75▼ -1.08%FTSE 100 London 10,725.03▼ -0.26%Dow Jones Industrial Average 52,867.98▲ 0.02%S&P 500 7,663.35▼ -1.21%Nasdaq Composite 26,008.86▼ -2.60%Dow Jones Futures 52,930.00▼ -0.26%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,655.00▲ 1.13%Zinc 3M 3,702.00▲ 0.84%Cocoa Nybot 5,607.00▼ -4.04%Light Crude Oil NYM 100.82▲ 1.36%Brent Crude 114.40▲ 1.09%Aluminum 3M 3,021.00▲ 0.40%Nickel 3M 15,935.00▼ -1.15%Copper 3M 14,215.50▲ 0.98%Loco London Gold 4,014.70▼ -0.21%Loco London Silver 54.06▼ -0.96%Emas Rupiah 2,331,910.25▼ -0.22%
IHSG 5,446.741 ▲ +58.836 (+1.09%) | USD-IDR 18,064
← Kembali
Market News - EKOM
MENDAG OPTIMISTIS EKSPOR KE KANADA MENGUAT
🕐 23/10/26 09:55 | IQPLUS
29535601

IQPlus, (23/10) - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso optimistis ekspor Indonesia ke Kanada akan makin kuat saat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara kedua negara (Indonesia-Canada CEPA, atau I-CA CEPA) mulai diimplementasikan (entry into force) pada 1 Desember 2026 mendatang. Kemitraan perdagangan antara Indonesia dan Kanada pun memasuki babak baru. Mendag Busan mengajak pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan perjanjian ini secara optimal agar dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja perdagangan nasional.

"Mulai berlakunya I-CA CEPA menjadi momentum penting untuk memperluas akses pasar produk Indonesia di Kanada. Kami berharap, pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan peluang yang dihasilkan perjanjian ini untuk meningkatkan ekspor, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional," ujar Mendag Busan.

I-CA CEPA menjadi perjanjian perdagangan bilateral pertama Indonesia dengan mitra di kawasan Amerika Utara dan perjanjian bilateral pertama Kanada dengan negara di Asia Tenggara. I-CA CEPA diberlakukan setelah kedua negara selesai mempertukarkan notifikasi ratifikasi masing-masing. Kanada menyampaikan notifikasi pada 1 Oktober 2026, disusul Indonesia pada 20 Oktober 2026.

Melalui I-CA CEPA, Kanada meliberalisasi 90,55 persen pos tarifnya bagi produk Indonesia. Mendag Busan berharap, fasilitas tarif preferensial ini dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia dari segi harga sekaligus membuka peluang untuk makin mempenetrasi pasar Kanada. Meskipun begitu, Mendag Busan mengingatkan pelaku usaha untuk memperhatikan jadwal liberalisasi tarif, ketentuan asal barang (Rules of Origin), serta persyaratan teknis dan regulasi di Kanada.

Selain perdagangan barang, I-CA CEPA membuka peluang untuk memperluas akses pasar sektor jasa dan meningkatkan investasi dua arah. Kerangka kerja sama ini berpotensi mendorong kemitraan bisnis yang lebih luas, memperkuat hubungan antarpelaku usaha, serta menciptakan peluang ekonomi yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan Kanada.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Johni Martha, menegaskan, pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perlu mempersiapkan diri untuk ekspor ke Kanada. Beberapa langkah yang dapat dilakukan saat ini adalah mulai mengidentifikasi peluang pasar Kanada, mempersiapkan produk sesuai persyaratan yang berlaku, serta menjajaki kemitraan bisnis dengan calon buyer dan mitra potensial di Kanada.

"Pemberlakuan I-CA CEPA perlu diikuti dengan upaya konkret agar dunia usaha kita dapat memanfaatkan perjanjian ini secara optimal. Kami imbau eksportir Indonesia untuk memahami ketentuan asal barang dan persyaratan akses pasar Kanada agar dapat memanfaatkan tarif preferensial yang tersedia. Kemendag akan terus mendorong sosialisasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemanfaatan perjanjian ini,"ujar Johni.

Kinerja perdagangan Indonesia dan Kanada terus menunjukkan perkembangan positif. Pada periode Januari-Agustus 2026, total perdagangan kedua negara mencapai USD 3,51 miliar atau naik 15,50 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat USD 3,04 miliar. Pada periode Januari-Agustus 2026 tersebut, ekspor Indonesia ke Kanada tercatat sebesar USD 1,12 miliar, sementara impor Indonesia dari Kanada USD 2,39 miliar. (end)


📰 BERITA TERKAIT
EKOM: MENKO BAHLIL: PEMERINTAH AKAN TAMBAH KUOTA PERTALITE
23/10/26 13:45
EKOM: BI : UANG BEREDAR TUMBUH SEBESAR 8,3% PADA SEPTEMBER 2026
23/10/26 13:31
EKOM: KEMENKOP: PENGUATAN KREATIVITAS INOVASI FONDASI KEBERLANJUTAN KOPERASI
23/10/26 13:21
EKOM: INDIA HENTIKAN PENYELIDIKAN ANTISUBSIDI PRODUK CFG ASAL INDONESIA
23/10/26 10:51
EKOM: PRESIDEN PRABOWO LUNCURKAN DEWAN NASIONAL KESEJAHTERAAN KEUANGAN
23/10/26 10:31
EKOM: KEMNAKER PERKUAT KESIAPAN PESERTA MAGANG KE JEPANG
23/10/26 10:27
EKOM: PEMERINTAH DAN PERTAMINA BERSINERGI PERKUAT RDMP BALIKPAPAN
23/10/26 10:21
EKOM: KEMENHUB MINTA PENUMPANG RUTIN CEK STATUS PENERBANGAN DAMPAK KARHUTLA
23/10/26 09:47
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…