IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,894.37▼ -1.21%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,598.97▲ 0.20%Kospi200 855.57▼ -4.01%Korea Composite 5,536.13▼ -4.02%Nikkei 225 Osaka 64,012.91▼ -1.39%Shanghai Composite 3,716.10▼ -0.40%Shenzhen Composite 2,229.68▲ 0.04%Thailand Stock Exchange 1,561.89▼ -0.63%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,401.24▼ -0.20%Austrian Traded Index 6,506.54▼ -0.77%Euro Stoxx 6,144.81▼ -0.96%CAC 40 Paris 7,868.05▼ -1.11%DAX Frankfurt 25,319.77▼ -1.18%FTSE 100 London 10,764.69▼ -1.08%Dow Jones Industrial Average 51,966.03▼ -0.07%S&P 500 7,690.79▲ 0.41%Nasdaq Composite 26,430.89▲ 1.11%Dow Jones Futures 52,267.00▲ 0.16%S&P Futures 7,738.25▲ 0.05%Nasdaq Futures 29,657.25▼ -0.22%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,875.00▲ 0.07%Zinc 3M 3,723.00▲ 0.24%Cocoa Nybot 5,695.00▲ 0.89%Light Crude Oil NYM 98.87▲ 0.33%Brent Crude 110.02▲ 0.43%Aluminum 3M 3,017.50▲ 0.03%Nickel 3M 15,545.00▲ 0.10%Copper 3M 14,339.50▲ 0.01%Loco London Gold 4,137.60▼ -0.05%Loco London Silver 57.30▲ 0.42%Emas Rupiah 2,393,673.25▼ -0.23%Hangseng Index 23,894.37▼ -1.21%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,598.97▲ 0.20%Kospi200 855.57▼ -4.01%Korea Composite 5,536.13▼ -4.02%Nikkei 225 Osaka 64,012.91▼ -1.39%Shanghai Composite 3,716.10▼ -0.40%Shenzhen Composite 2,229.68▲ 0.04%Thailand Stock Exchange 1,561.89▼ -0.63%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,401.24▼ -0.20%Austrian Traded Index 6,506.54▼ -0.77%Euro Stoxx 6,144.81▼ -0.96%CAC 40 Paris 7,868.05▼ -1.11%DAX Frankfurt 25,319.77▼ -1.18%FTSE 100 London 10,764.69▼ -1.08%Dow Jones Industrial Average 51,966.03▼ -0.07%S&P 500 7,690.79▲ 0.41%Nasdaq Composite 26,430.89▲ 1.11%Dow Jones Futures 52,267.00▲ 0.16%S&P Futures 7,738.25▲ 0.05%Nasdaq Futures 29,657.25▼ -0.22%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,875.00▲ 0.07%Zinc 3M 3,723.00▲ 0.24%Cocoa Nybot 5,695.00▲ 0.89%Light Crude Oil NYM 98.87▲ 0.33%Brent Crude 110.02▲ 0.43%Aluminum 3M 3,017.50▲ 0.03%Nickel 3M 15,545.00▲ 0.10%Copper 3M 14,339.50▲ 0.01%Loco London Gold 4,137.60▼ -0.05%Loco London Silver 57.30▲ 0.42%Emas Rupiah 2,393,673.25▼ -0.23%
IHSG 5,204.627 ▲ +208.018 (+4.16%) | USD-IDR 17,990
← Kembali
Market News - EKOM
KEMENDAG-BARANTIN SINERGI STANDARISASI UNTUK TINGKATKAN EKSPOR
🕐 16/10/26 13:06 | IQPLUS
28847198

IQPlus, (16/10) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Karantina Indonesia (Barantin) menjalin kerja sama terkait standardisasi produk, peningkatan keamanan dan ketelusuran komoditas, sebagai upaya untuk mendorong kinerja ekspor Indonesia.

"Kita hari ini menandatangani MoU (nota kesepahaman) antara Kemendag dan Badan Karantina Indonesia. Tujuan utamanya sebenarnya bagaimana kita meningkatkan ekspor," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam acara yang digelar di sela Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Jumat.

Menurut Mendag, kini kegiatan ekspor memiliki sejumlah tantangan di luar tarif (non-tariff barrier) seperti persyaratan yang ketat dari negara-negara tujuan ekspor.

Persyaratan-persyaratan tersebut di antaranya menyangkut keamanan dan kesehatan produk, ketelusuran (traceability) produk, dan mutu atau kualitas produk.

"Kita terus di-support oleh Badan Karantina, sehingga sehingga produk-produk kita bisa berstandar internasional, produk-produk kita bisa diterima di pasar internasional dengan kerja sama ini," kata Mendag Budi.

"Itu memang tugas kita bersama, tetapi dengan kerja sama ini menjadi lebih erat, ya. Sehingga kebutuhan masing-masing nanti lebih bisa kita detailkan, sehingga produk-produk kita semakin mengglobal," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan, saat ini standar perdagangan internasional semakin menuntut ketelitian yang lebih tinggi, salah satunya di aspek sanitari dan fitosanitari (SPS).

"Terutama dalam soal sanitari, yang kedua soal ketelusuran, dan yang ketiga soal keamanan pangan. Itu menjadi syarat mutlak sekarang untuk (kegiatan) ekspor-impor hampir seluruh negara sekarang ini seperti itu," kata Kadir.

Menurut dia, penting bagi pelaku usaha terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ingin menembus pasar ekspor untuk memiliki akses informasi dan kemudahan yang difasilitasi oleh pemerintah.

"Oleh karena itu kita harus membuat satu kebijakan dalam rangka agar membantu teman-teman pengusaha dan UMKM memahami hal ini, bahkan mestandarisasi produk-produk mereka. Kalau tidak, maka akan sangat sulit," ujarnya menambahkan. (end)
📰 BERITA TERKAIT
EKOM: IHSG SESI I DITUTUP MENGUAT 208 POIN DI LEVEL 5.204
20/10/26 12:11
COMD: HARGA BATU BARA CAPAI USD154 PER TON, BAHLIL HARAP PRODUKSI NAIK
20/10/26 12:04
EKOM: MENTERI PKP PERCEPAT PENYALURAN KUR PERUMAHAN HINGGA AKHIR TAHUN 2026
20/10/26 11:53
EKOM: KEMENPAR SEBUT SEBARAN AKTIVITAS PARIWISATA SEMAKIN MERATA
20/10/26 11:34
EKOM: KEMENHUB PERKETAT PENGAWASAN PENERBANGAN DI TENGAH DAMPAK KARHUTLA
20/10/26 11:26
EKOM: HIMKI: TEI JADI PENGGERAK MENUJU EKSPOR KERAJINAN JADI USD6 MILIAR
20/10/26 11:10
COMD: NILAI TUKAR RUPIAH MENGUAT TERHADAP DOLAR AS
20/10/26 10:55
EKOM: BP TAPERA PERKUAT STRATEGI PERCEPATAN PEMBIAYAAN RUMAH SUBSIDI MBR
20/10/26 10:37
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…