IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,211.81▲ 0.51%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,604.36▼ -0.45%Kospi200 851.51▼ -1.31%Korea Composite 5,469.47▼ -1.46%Nikkei 225 Osaka 62,189.65▼ -0.80%Shanghai Composite 3,697.52▲ 0.19%Shenzhen Composite 2,187.88▼ -1.13%Thailand Stock Exchange 1,579.03▲ 1.05%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,415.91▼ -0.12%Austrian Traded Index 6,270.26▲ 0.10%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,847.32▲ 0.83%DAX Frankfurt 25,410.84▲ 0.91%FTSE 100 London 10,767.33▲ 0.72%Dow Jones Industrial Average 52,302.94▲ 0.17%S&P 500 7,673.61▲ 0.65%Nasdaq Composite 26,174.73▲ 0.85%Dow Jones Futures 52,491.00▲ 0.19%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,800.00▲ 0.56%Zinc 3M 3,823.00▲ 2.14%Cocoa Nybot 5,503.00▼ -1.59%Light Crude Oil NYM 102.33▼ -0.91%Brent Crude 111.22▼ -0.43%Aluminum 3M 3,038.00▼ -0.20%Nickel 3M 15,525.00▼ -2.04%Copper 3M 14,338.00▲ 0.11%Loco London Gold 4,008.60▼ -0.18%Loco London Silver 53.79▼ -1.05%Emas Rupiah 2,338,878.75▲ 0.63%Hangseng Index 23,211.81▲ 0.51%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,604.36▼ -0.45%Kospi200 851.51▼ -1.31%Korea Composite 5,469.47▼ -1.46%Nikkei 225 Osaka 62,189.65▼ -0.80%Shanghai Composite 3,697.52▲ 0.19%Shenzhen Composite 2,187.88▼ -1.13%Thailand Stock Exchange 1,579.03▲ 1.05%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,415.91▼ -0.12%Austrian Traded Index 6,270.26▲ 0.10%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,847.32▲ 0.83%DAX Frankfurt 25,410.84▲ 0.91%FTSE 100 London 10,767.33▲ 0.72%Dow Jones Industrial Average 52,302.94▲ 0.17%S&P 500 7,673.61▲ 0.65%Nasdaq Composite 26,174.73▲ 0.85%Dow Jones Futures 52,491.00▲ 0.19%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,800.00▲ 0.56%Zinc 3M 3,823.00▲ 2.14%Cocoa Nybot 5,503.00▼ -1.59%Light Crude Oil NYM 102.33▼ -0.91%Brent Crude 111.22▼ -0.43%Aluminum 3M 3,038.00▼ -0.20%Nickel 3M 15,525.00▼ -2.04%Copper 3M 14,338.00▲ 0.11%Loco London Gold 4,008.60▼ -0.18%Loco London Silver 53.79▼ -1.05%Emas Rupiah 2,338,878.75▲ 0.63%
IHSG 5,373.094 ▼ -66.164 (-1.22%) | USD-IDR 18,146
← Kembali
Market News - INEW
IRAN NYATAKAN TAK MELUNAKKAN TUNTUTAN USAI TRUMP TOLAK TAWARAN SOAL SELAT HORMUZ
🕐 28/09/26 09:27 | IQPLUS
27034004

IQPlus, (28/9) - Iran tetap berpegang pada usulan tujuh harinya untuk membuka kembali Selat Hormuz yang vital, dengan menyatakan tidak akan melunakkan syarat-syaratnya, sementara Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal yang beragam mengenai kesediaannya untuk mencapai kesepakatan.

Syarat-syarat yang diinginkan Iran tersebut sebenarnya mungkin bisa disetujui oleh Washington sekitar setahun yang lalu, ujar Trump kepada media Axios dalam sebuah wawancara pada hari Minggu (27/9), seraya menambahkan bahwa Teheran telah bertindak terlalu jauh dalam posisi tawarnya.

Presiden AS tersebut menambahkan bahwa ia memperkirakan perundingan akan kembali berlangsung pekan ini meskipun ia telah menolak usulan terbaru Iran, demikian dilaporkan Axios.

Sebelumnya, Republik Islam tersebut mengisyaratkan bahwa pihaknya sedang menunggu tanggapan pasti dari AS atas tuntutannya dan belum menerima kabar apa pun dari pihak penengah Qatar maupun Pakistan; hal ini dilaporkan oleh penyiar negara IRIB pada Sabtu malam, mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

"Presiden AS telah melontarkan sejumlah pernyataan yang baik sekaligus banyak pernyataan yang kontradiktif, yang sayangnya sering kita dengar darinya," demikian kutipan pernyataan Araghchi.

Ia menambahkan bahwa hanya "solusi melalui perundingan" yang dapat mengatasi kebuntuan terkait hambatan pasokan energi global tersebut.

Menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut, para negosiator AS dan Iran sempat menjajaki kesepakatan yang akan membuat Teheran membuka kembali selat itu dan Washington mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kesepakatan tersebut rencananya akan serupa dengan nota kesepahaman yang dicapai kedua belah pihak pada pertengahan Juni, yang sempat menghasilkan gencatan senjata rapuh namun tak lama kemudian gagal.

"Mereka mengajukan usulan, tetapi saya menolaknya," ujar Trump pada hari Sabtu saat meninggalkan Gedung Putih, merujuk pada pihak Iran. "Mereka ingin membuat kesepakatan di mana mereka segera membuka selat itu karena mereka sedang mengalami kerugian yang sangat besar."

Araghchi menunjukkan sikap tegas dalam sebuah wawancara televisi yang ditayangkan pada hari Minggu, dengan berupaya melimpahkan tanggung jawab kepada presiden AS untuk menerima tuntutan Iran yang sebelumnya telah ia tolak.

"Kami siap membuka selat tersebut jika AS melakukan langkah-langkah tertentu," ujar Araghchi kepada program *Meet the Press* di NBC. "Dan langkah-langkah ini bukanlah hal baru."

Meskipun selalu ada ruang untuk negosiasi, "kami tidak memiliki alasan untuk kembali ke jalur diplomasi dan berurusan dengan pemerintahan ini lagi" karena AS telah berulang kali menyerang Iran selama masa jabatan kedua Trump, kata Araghchi.

"Kami berdiri teguh dalam menghadapi agresi apa pun terhadap kami, bahkan jika itu berujung pada perang kiamat," tegas sang menteri. (end/Bloomberg)
📰 BERITA TERKAIT
EKOM: KEMENTERIAN PKP: PROGRAM BEDAH RUMAH PER 28 OKTOBER CAPAI 70,9 PERSEN
26/10/26 16:57
EKOM: KADIN SOROTI PENGUATAN KAPASITAS DUNIA USAHA GUNA HADAPI TANTANGAN
26/10/26 16:51
COMD: BI TERUS PANTAU PERGERAKAN RUPIAH DI TENGAH GEJOLAK PASAR
26/10/26 16:33
EKOM: IHSG SESI II DITUTUP MELEMAH 66 POIN DI LEVEL 5.373
26/10/26 16:26
EKOM: BAHLIL: PERPRES 107/2026 JADI BABAK BARU PENGADAAN BBM HINGGA LPG
26/10/26 16:06
EKOM: MENKEU PASTIKAN PENERBITAN SBN MASIH SESUAI TARGET
26/10/26 16:04
COMD: IMBAL HASIL OBLIGASI PEMERINTAH AS BERGERAK SEDIKIT LEBIH RENDAH
26/10/26 15:44
EKOM: DEKAN ADBI: RI PERLU PERKUAT UKM AGAR TRANSFORMASI KE SEKTOR FORMAL
26/10/26 15:44
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…