IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,819.73▼ -0.20%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,598.72▼ -0.05%Kospi200 893.58▲ 4.05%Korea Composite 5,749.07▲ 3.54%Nikkei 225 Osaka 64,823.55▲ 1.17%Shanghai Composite 3,721.25▼ -0.38%Shenzhen Composite 2,236.83▲ 0.02%Thailand Stock Exchange 1,540.99▼ -0.90%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,454.50▲ 0.93%Austrian Traded Index 6,452.99▼ -0.82%Euro Stoxx 6,121.66▼ -0.38%CAC 40 Paris 7,838.49▼ -0.38%DAX Frankfurt 25,304.42▼ -0.06%FTSE 100 London 10,702.78▼ -0.29%Dow Jones Industrial Average 52,495.88▲ 1.02%S&P 500 7,712.65▲ 0.29%Nasdaq Composite 26,424.82▼ -0.02%Dow Jones Futures 52,745.00▲ 0.05%S&P Futures 7,782.25▲ 0.35%Nasdaq Futures 29,962.25▲ 0.97%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,600.00▲ 0.52%Zinc 3M 3,728.50▲ 0.11%Cocoa Nybot 5,755.00▲ 1.20%Light Crude Oil NYM 99.19▲ 1.40%Brent Crude 110.37▲ 1.45%Aluminum 3M 3,016.50▲ 0.47%Nickel 3M 15,945.00▲ 1.81%Copper 3M 14,425.00▲ 0.03%Loco London Gold 4,119.40▲ 0.03%Loco London Silver 57.47▼ -0.02%Emas Rupiah 2,379,805.75▼ -0.20%Hangseng Index 23,819.73▼ -0.20%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,598.72▼ -0.05%Kospi200 893.58▲ 4.05%Korea Composite 5,749.07▲ 3.54%Nikkei 225 Osaka 64,823.55▲ 1.17%Shanghai Composite 3,721.25▼ -0.38%Shenzhen Composite 2,236.83▲ 0.02%Thailand Stock Exchange 1,540.99▼ -0.90%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,454.50▲ 0.93%Austrian Traded Index 6,452.99▼ -0.82%Euro Stoxx 6,121.66▼ -0.38%CAC 40 Paris 7,838.49▼ -0.38%DAX Frankfurt 25,304.42▼ -0.06%FTSE 100 London 10,702.78▼ -0.29%Dow Jones Industrial Average 52,495.88▲ 1.02%S&P 500 7,712.65▲ 0.29%Nasdaq Composite 26,424.82▼ -0.02%Dow Jones Futures 52,745.00▲ 0.05%S&P Futures 7,782.25▲ 0.35%Nasdaq Futures 29,962.25▲ 0.97%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,600.00▲ 0.52%Zinc 3M 3,728.50▲ 0.11%Cocoa Nybot 5,755.00▲ 1.20%Light Crude Oil NYM 99.19▲ 1.40%Brent Crude 110.37▲ 1.45%Aluminum 3M 3,016.50▲ 0.47%Nickel 3M 15,945.00▲ 1.81%Copper 3M 14,425.00▲ 0.03%Loco London Gold 4,119.40▲ 0.03%Loco London Silver 57.47▼ -0.02%Emas Rupiah 2,379,805.75▼ -0.20%
IHSG 5,209.618 ▼ -69.270 (-1.31%) | USD-IDR 17,965
← Kembali
Market News - EKOM
BEI : TATA KELOLA EMITEN KUNCI JAGA KEPERCAYAAN 32,4 JUTA INVESTOR
🕐 13/10/26 07:11 | IQPLUS
28525885

IQPlus, (13/10) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan dan transparansi, yang merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan sebanyak 32,4 juta investor sekaligus meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa tata kelola perusahaan yang baik harus menjadi bagian integral dari nilai dan strategi bisnis, bukan sekadar kewajiban bagi perusahaan tercatat.

"Di pasar modal, kepercayaan adalah modal utama. Investor menempatkan dananya pada perusahaan dengan mengandalkan informasi yang disampaikan oleh perusahaan kepada publik," ujar Jeffrey dalam acara 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Senin.

Menurut Jeffrey, kepercayaan investor dapat tumbuh apabila perusahaan dikelola dengan baik, menyampaikan informasi secara transparan dan dapat diandalkan, serta melindungi hak-hak investor publik.

Selain itu, lanjutnya, kualitas tata kelola perusahaan juga tercermin dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, keterbukaan informasi, serta pertanggungjawaban kinerja kepada publik.

Sebagai upaya memperkuat hal tersebut, pihaknya terus berupaya menjaga integritas pasar dan meningkatkan kualitas informasi melalui edukasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).

Ia memastikan BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga terkait terus mendorong reformasi untuk meningkatkan transparansi, tata kelola, serta kredibilitas pasar modal Indonesia.

Ia menjelaskan, berbagai upaya tersebut diantaranya penguatan keterbukaan informasi, transparansi kepemilikan saham, serta peningkatan persyaratan minimum free float atau porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan kepada publik.

Selain itu, BEI menekankan pentingnya pelaksanaan uji tuntas (due diligence) yang memadai oleh penjamin emisi sebelum perusahaan menjadi perusahaan tercatat.

Jeffrey menilai langkah tersebut penting untuk memastikan penerapan tata kelola yang baik telah dimulai sejak sebelum perusahaan memasuki pasar modal, bukan hanya setelah pencatatan saham.

Lebih lanjut. BEI juga mengajak direksi dan dewan komisaris perusahaan tercatat untuk menjadikan keterbukaan informasi sebagai sarana membangun kepercayaan investor serta melakukan perbaikan tata kelola secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini, Jeffrey menyampaikan apresiasi kepada IICD atas komitmennya selama 17 tahun dalam mendorong peningkatan praktik tata kelola perusahaan yang baik di Indonesia.

Pihaknya berharap penghargaan kepada perusahaan yang menerapkan tata kelola yang baik tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, namun juga motivasi untuk mempertahankan standar tata kelola yang tinggi

BEI menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan OJK, lembaga terkait, perusahaan tercatat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun pasar modal Indonesia yang kuat, kredibel, serta berdaya saing global dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. (end)
📰 BERITA TERKAIT
EKOM: DUKUNG HUNIAN LAYAK DI SULTENG, PLN SIAPKAN INFRASTRUKTUR KELISTRIKAN
21/10/26 10:13
EKOM: KEMENEKRAF DORONG POTENSI MILIARAN RUPIAH DARI INDUSTRI SULIH SUARA
21/10/26 09:52
EKOM: MENPERIN SARMUJI: GAS INDUSTRI DAN BAHAN BAKU MASIH PERLU PERHATIAN
21/10/26 09:43
EKOM: AIRNAV TEGASKAN KOMITMEN PENGUATAN LAYANAN NAVIGASI
21/10/26 09:29
EKOM: BANK JAKARTA RAIH DUA PENGHARGAAN DI AJANG INDONESIA AWARDS 2026
21/10/26 09:22
EKOM: BANDARA LOMBOK CATAT REKOR TERTINGGI TRAFIK PESAWAT DI MOTOGP 2026
21/10/26 09:16
COMD: HARGA EMAS MELEMAH HARI RABU INI
21/10/26 08:59
COMD: DOLAR AS TETAP BERADA DI BAWAH TEKANAN RABU INI
21/10/26 08:53
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…