PEMERINTAH PACU KAPASITAS LISTRIK UNTUK MENOPANG PENGEMBANGAN AI
🕐 22/10/26 09:29 | IQPLUS
29434088
IQPlus, (22/10) - Pemerintah memacu penguatan kapasitas listrik nasional guna menopang pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penguatan infrastruktur digital dan ketahanan energi menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan AI.
"Indonesia tidak hanya membutuhkan wacana tentang AI semata, melainkan eksekusi nyata dari strategi hingga dampak langsung. AI harus menjadi katalisator bagi produktivitas, daya saing industri, UMKM yang lebih kuat, lapangan kerja bernilai tambah tinggi, serta pelayanan publik yang lebih baik," ujar Airlangga saat menyampaikan pidato kunci secara virtual pada The Artificial Intelligence Impact Summit 2026 di Jakarta, Rabu.
Pemerintah menyiapkan penambahan kapasitas listrik hingga 70 gigawatt (GW) melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.
Pemerintah juga mendorong program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).
Langkah tersebut disiapkan untuk mendukung peningkatan kebutuhan energi seiring dengan pengembangan pusat data nasional.
Saat ini, kapasitas pusat data Indonesia berada pada kisaran 0,45-0,58 GW.
Selain infrastruktur energi, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia untuk adopsi AI di berbagai sektor. (end/ant)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).