IQPlus, (22/10) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis, bergerak melemah 8 poin atau 0,044 persen menjadi Rp18.040 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.032 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga.
"Rupiah hari ini diperkirakan melemah dipengaruhi oleh domestik hasil keputusan RDG BI yang menahan suku bunga acuan tetap di 5,75 persen," ujarnya di Jakarta, Kamis.
Untuk suku bunga deposit facility, diputuskan untuk naik sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen. Sementara suku bunga lending facility diputuskan untuk tetap pada 6,5 persen.
Di samping itu, BI juga menurunkan giro wajib minimum (GWM) secara rata-rata bagi perbankan sebesar 2 persen guna memperkuat kecukupan likuiditas rupiah.
Lebih rinci, GWM untuk bank umum konvensional (BUK) diturunkan dari 9 persen menjadi 7 persen. Sementara bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) diturunkan dari 7,5 persen menjadi 5,5 persen.
Terkait MSCI, BI disebut terus mewaspadai risiko yang terjadi di pasar saham domestik, termasuk memantau risiko arus keluar (outflow) modal asing, usai pengumuman MSCI mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. (end/ant)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).