IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,015.30▼ -2.70%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,605.03▲ 0.17%Kospi200 870.17▼ -2.34%Korea Composite 5,614.03▼ -2.12%Nikkei 225 Osaka 63,917.43▼ -1.09%Shanghai Composite 3,665.16▼ -1.29%Shenzhen Composite 2,179.78▼ -2.05%Thailand Stock Exchange 1,556.90▲ 0.05%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,434.62▼ -0.06%Austrian Traded Index 6,565.70▲ 1.75%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,921.68▲ 1.06%DAX Frankfurt 25,645.04▲ 1.35%FTSE 100 London 10,752.88▲ 0.19%Dow Jones Industrial Average 52,856.09▲ 0.69%S&P 500 7,757.22▲ 0.58%Nasdaq Composite 26,702.86▲ 1.05%Dow Jones Futures 52,926.00▼ -0.25%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,410.00▼ -1.64%Zinc 3M 3,725.50▼ -0.80%Cocoa Nybot 5,839.00▲ 0.66%Light Crude Oil NYM 98.46▲ 1.35%Brent Crude 110.56▲ 1.60%Aluminum 3M 3,021.50▼ -0.66%Nickel 3M 16,050.00▼ -1.13%Copper 3M 14,274.50▼ -0.57%Loco London Gold 4,102.50▼ -0.90%Loco London Silver 56.50▼ -2.47%Emas Rupiah 2,379,627.25▼ -0.86%Hangseng Index 23,015.30▼ -2.70%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,605.03▲ 0.17%Kospi200 870.17▼ -2.34%Korea Composite 5,614.03▼ -2.12%Nikkei 225 Osaka 63,917.43▼ -1.09%Shanghai Composite 3,665.16▼ -1.29%Shenzhen Composite 2,179.78▼ -2.05%Thailand Stock Exchange 1,556.90▲ 0.05%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,434.62▼ -0.06%Austrian Traded Index 6,565.70▲ 1.75%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,921.68▲ 1.06%DAX Frankfurt 25,645.04▲ 1.35%FTSE 100 London 10,752.88▲ 0.19%Dow Jones Industrial Average 52,856.09▲ 0.69%S&P 500 7,757.22▲ 0.58%Nasdaq Composite 26,702.86▲ 1.05%Dow Jones Futures 52,926.00▼ -0.25%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,410.00▼ -1.64%Zinc 3M 3,725.50▼ -0.80%Cocoa Nybot 5,839.00▲ 0.66%Light Crude Oil NYM 98.46▲ 1.35%Brent Crude 110.56▲ 1.60%Aluminum 3M 3,021.50▼ -0.66%Nickel 3M 16,050.00▼ -1.13%Copper 3M 14,274.50▼ -0.57%Loco London Gold 4,102.50▼ -0.90%Loco London Silver 56.50▼ -2.47%Emas Rupiah 2,379,627.25▼ -0.86%
IHSG 5,404.518 ▲ +76.158 (+1.43%) | USD-IDR 18,038
← Kembali
Market News - EKOM
TEI 2026 DORONG PENGUATAN KERJA SAMA EKONOM INDONESIA-VANUATU
🕐 22/10/26 08:30 | IQPLUS
29430527

IQPlus, (22/10) - Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Vanuatu. Melalui ajang pameran dagang internasional terbesar di Indonesia ini, pelaku usaha kedua negara menjajaki berbagai peluang kerja sama perdagangan dan pengembangan bisnis yang saling menguntungkan. TEI ke-41 sendiri sukses digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menyambut hangat kehadiran delegasi bisnis Vanuatu dan menegaskan pentingnya kolaborasi ekonomi di kawasan Pasifik.

"Kehadiran para pelaku usaha Vanuatu di TEI 2026 menjadi langkah nyata untuk membuka pintu kerja sama perdagangan yang lebih luas dan inklusif. Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam memenuhi kebutuhan pasar Vanuatu melalui produk-produk manufaktur unggulan, sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk pengembangan usaha berkelanjutan di kedua negara," ujar Puntodewi.

Melalui fasilitasi dan pendampingan Kementerian Perdagangan, delegasi bisnis Vanuatu melakukan serangkaian pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan Indonesia selama TEI 2026. Pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan lokal untuk mendalami potensi dan menjajaki peluang kerja sama yang lebih konkret.

Sejumlah peluang perdagangan yang dijajaki meliputi produk material bangunan, furnitur, serta produk makanan dan minuman. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk Indonesia, sekaligus memberikan pilihan produk yang berkualitas tinggi dan kompetitif bagi pelaku usaha Vanuatu untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pengembangan ekonomi setempat.

Peluang kerja sama juga berkembang ke sektor ritel, restoran, dan properti. Hal ini membuka kesempatan bagi pelaku usaha kedua negara untuk membangun kemitraan yang lebih luas, baik melalui perdagangan barang, pengembangan jaringan distribusi, maupun pengembangan usaha bersama.

Selain itu, penjajakan turut mencakup peluang pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang konstruksi dan kuliner. Peluang tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan kerja sama ekonomi kedua negara, dengan tetap memperhatikan kompetensi tenaga kerja serta ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Perwakilan Delegasi Bisnis Vanuatu, Rodolphe de Montesquieu menyambut positif fasilitasi dan potensi industri yang ditawarkan Indonesia selama kegiatan berlangsung."Kami sangat terkesan dengan keragaman dan kualitas produk serta kesiapan industri Indonesia. Kunjungan langsung ke perusahaan memberikan gambaran jelas mengenai kapasitas produksi dan keandalan para pelaku usaha Indonesia. Kami optimistis penjajakan di sektor material bangunan, kuliner, dan ritel ini memiliki prospek baik untuk direalisasikan menjadi kerja sama jangka panjang," ungkapnya.

Atase Perdagangan (Atdag) RI di Canberra, Asfiranti menyampaikan komitmennya untuk mengawal dan memantau setiap kesepakatan bisnis yang terbangun selama ajang TEI 2026. "Perwakilan perdagangan RI di luar negeri akan terus mengawal hasil business matching dan penjajakan kerja sama agar tidak berhenti pada tahap pameran saja, melainkan berlanjut hingga terealisasinya transaksi konkret dan kesepakatan bisnis," ujarnya.

Asfiranti menambahkan, Kementerian Perdagangan berharap, kerja sama yang dijajaki melalui TEI 2026 menjadi langkah awal untuk memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dan Vanuatu yang saling menguntungkan. Dengan memadukan potensi industri dan keahlian Indonesia serta kebutuhan dan peluang pengembangan pasar di Vanuatu, kedua negara berpeluang memperluas perdagangan, mendorong investasi, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kedua negara. (end)

📰 BERITA TERKAIT
EKOM: BRI INSURANCE TEKANKAN PENTINGNYA LITERASI KEUANGAN DAN KELESTARIAN
22/10/26 10:14
EKOM: BANK MUAMALAT: OUTSTANDING PEMBIAYAAN MULTIGUNA TUMBUH 11,8 PERSEN
22/10/26 09:31
EKOM: PEMERINTAH PACU KAPASITAS LISTRIK UNTUK MENOPANG PENGEMBANGAN AI
22/10/26 09:29
INEW: SAHAM-SAHAM ASIA KESULITAN BERTAHAN DI ZONA POSITIF
22/10/26 09:23
COMD: TREN PENURUNAN NILAI DOLAR SEMPAT TERHENTI HARI KAMIS
22/10/26 09:16
EKOM: BEI SESUAIKAN PERIODE EVALUASI DAN KRITERIA SELEKSI IHSG
22/10/26 09:00
INEW: BANK OF KOREA PERTAHANKAN SUKU BUNGA ACUAN
22/10/26 08:48
EKOM: LINDUNGI INDUSTRI KERAMIK, MENPERIN PERJUANGKAN PASOKAN GAS DAN PERKETAT IMPOR
22/10/26 08:27
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…