INGGRIS CATAT DEFISIT ANGGATAN 1,8 MILIAR POUND DI JULI
🕐 21/08/26 14:34 | IQPLUS
23252484
IQPlus, (21/8) - Pemerintah Inggris mencatat defisit anggaran tak terduga sebesar 1,8 miliar pound ($2,5 miliar) pada bulan Juli, karena peningkatan belanja pemerintah akibat inflasi mengimbangi rekor penerimaan pajak penghasilan yang dilaporkan sendiri (*self-assessed*) pada bulan tersebut.
Jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom sebelumnya memprediksi anggaran yang seimbang, sementara proyeksi Office for Budget Responsibility (OBR) memperkirakan surplus sebesar 500 juta pound yang akan menjadi surplus pertama untuk bulan Juli sejak sebelum pandemi COVID-19.
Namun, Office for National Statistics menyatakan bahwa belanja pemerintah pusat untuk tunjangan sosial meningkat sebesar 2 miliar pound pada bulan Juli dibandingkan tahun sebelumnya, sementara belanja barang dan jasa termasuk biaya pegawai naik sebesar 1,2 miliar pound.
Pinjaman untuk empat bulan pertama tahun anggaran tercatat sebesar 56,7 miliar pound, dibandingkan dengan proyeksi OBR sebesar 54,4 miliar pound untuk periode tersebut.
Secara keseluruhan, data ini menyoroti kendala keuangan yang dihadapi oleh Perdana Menteri baru Andy Burnham dan Menteri Keuangan John Healey yang sedang menyusun anggaran untuk bulan Oktober meskipun terdapat data pertumbuhan ekonomi yang cukup menggembirakan belakangan ini.
Defisit anggaran saat ini, yang harus diseimbangkan pada tahun 2029/30 sesuai aturan fiskal yang berlaku, tercatat sebesar 34,7 miliar pound selama periode April-Juli, dibandingkan dengan proyeksi OBR sebesar 36,7 miliar pound.
"Disiplin fiskal adalah landasan stabilitas ekonomi dan keamanan nasional Inggris; itulah sebabnya kami berkomitmen untuk mematuhi aturan fiskal kami, dengan menyediakan penyangga terhadap ketidakpastian global," ujar Healey dalam sebuah pernyataan. (end/Reuters)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).