TRUMP TUNDA PENERAPAN TARIF 50% UNTUK IMPOR TERTENTU DARI KANADA
🕐 19/08/26 09:40 | IQPLUS
23034797
IQPlus, (19/8) - Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif 50% terhadap produk impor tertentu dari Kanada pada Selasa malam waktu AS, hanya beberapa jam sebelum kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa langkah ini diambil "berdasarkan fakta bahwa Kanada dan AS dengan catatan penyelesaian dokumen telah mencapai KESEPAKATAN!"
Pengumuman ini disampaikan setelah Trump dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney melakukan pembicaraan perdagangan pada hari Selasa.
Tarif sebesar 50% tersebut sedianya akan berdampak pada impor tongkat hoki, anggur, dan berbagai produk impor Kanada lainnya; kebijakan ini diumumkan bulan lalu sebagai tanggapan atas apa yang disebut pemerintahan Trump sebagai diskriminasi perdagangan oleh Kanada di sektor kendaraan bermotor, minuman beralkohol, dan produk susu.
Kebijakan ini diberlakukan berdasarkan Pasal 338 Undang-Undang Tarif tahun 1930 sebuah aturan dari era Depresi Besar yang jarang, atau bahkan mungkin belum pernah, digunakan dan telah lama diabaikan selama beberapa dekade.
Menurut Kantor Perwakilan Dagang AS (Office of the U.S. Trade Representative), tarif baru tersebut akan mencakup produk impor Kanada senilai sekitar US$20 miliar.
Meskipun angka tersebut hanya sebagian kecil dari total impor AS senilai US$382 miliar dari Kanada pada tahun lalu, tarif tinggi yang dikenakan pada produk-produk sasaran tersebut tetap dapat menimbulkan tantangan besar bagi para penjual asal Kanada.
"Tarif sebesar 50% pada dasarnya membuat penjualan produk ke pasar tertentu menjadi tidak ekonomis," ujar Dan Kelly, presiden Canadian Federation of Independent Business, dalam sebuah wawancara dengan CNBC.
Kelly mengatakan bahwa banyak dari 103.000 anggota kelompok tersebut menyatakan tarif baru itu dapat "menghentikan total penjualan mereka ke AS" jika benar-benar diterapkan. Beberapa pelaku usaha melaporkan bahwa pembeli dari AS sudah mulai menunda pemesanan di masa mendatang karena mengantisipasi pemberlakuan bea masuk baru tersebut, tambahnya.
Trump sebelumnya telah menerapkan berbagai tarif terhadap Kanada dan produk ekspor spesifiknya, termasuk logam, kayu, dan suku cadang otomotif. Trump juga sempat memberlakukan tarif tinggi terhadap Kanada terkait kekhawatiran mengenai dugaan perdagangan narkoba, namun Mahkamah Agung membatalkan kebijakan tersebut pada bulan Februari.
Namun, tarif berdasarkan Pasal 338 ini "benar-benar menghantam inti perdagangan usaha kecil antara Kanada dan Amerika Serikat," karena banyak dari produk yang menjadi sasaran tarif tersebut ditujukan bagi konsumen, kata Kelly.
"Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi sebagian besar pelaku usaha di Kanada," ujarnya. (end/CNBC)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).