IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,093.37▲ 0.69%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,609.18▲ 0.06%Kospi200 862.77▲ 0.55%Korea Composite 5,550.30▲ 0.30%Nikkei 225 Osaka 62,693.16▼ -0.34%Shanghai Composite 3,690.48▲ 0.89%Shenzhen Composite 2,212.99▲ 2.44%Thailand Stock Exchange 1,562.67▲ 0.42%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,418.56▲ 0.06%Austrian Traded Index 6,565.70▲ 1.75%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,767.96▼ -0.55%DAX Frankfurt 25,271.96▼ -0.39%FTSE 100 London 10,681.84▼ -0.40%Dow Jones Industrial Average 52,867.98▲ 0.02%S&P 500 7,663.35▼ -1.21%Nasdaq Composite 26,008.86▼ -2.60%Dow Jones Futures 52,860.00▼ -0.39%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,755.00▲ 1.33%Zinc 3M 3,714.50▲ 1.20%Cocoa Nybot 5,607.00▼ -4.04%Light Crude Oil NYM 100.29▲ 0.82%Brent Crude 113.59▲ 0.37%Aluminum 3M 3,016.50▲ 0.23%Nickel 3M 15,845.00▼ -1.71%Copper 3M 14,223.50▲ 1.04%Loco London Gold 4,017.55▼ -0.14%Loco London Silver 53.92▼ -1.20%Emas Rupiah 2,333,781.75▼ -0.14%Hangseng Index 23,093.37▲ 0.69%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,609.18▲ 0.06%Kospi200 862.77▲ 0.55%Korea Composite 5,550.30▲ 0.30%Nikkei 225 Osaka 62,693.16▼ -0.34%Shanghai Composite 3,690.48▲ 0.89%Shenzhen Composite 2,212.99▲ 2.44%Thailand Stock Exchange 1,562.67▲ 0.42%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,418.56▲ 0.06%Austrian Traded Index 6,565.70▲ 1.75%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,767.96▼ -0.55%DAX Frankfurt 25,271.96▼ -0.39%FTSE 100 London 10,681.84▼ -0.40%Dow Jones Industrial Average 52,867.98▲ 0.02%S&P 500 7,663.35▼ -1.21%Nasdaq Composite 26,008.86▼ -2.60%Dow Jones Futures 52,860.00▼ -0.39%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,755.00▲ 1.33%Zinc 3M 3,714.50▲ 1.20%Cocoa Nybot 5,607.00▼ -4.04%Light Crude Oil NYM 100.29▲ 0.82%Brent Crude 113.59▲ 0.37%Aluminum 3M 3,016.50▲ 0.23%Nickel 3M 15,845.00▼ -1.71%Copper 3M 14,223.50▲ 1.04%Loco London Gold 4,017.55▼ -0.14%Loco London Silver 53.92▼ -1.20%Emas Rupiah 2,333,781.75▼ -0.14%
IHSG 5,441.490 ▲ +53.585 (+0.99%) | USD-IDR 18,065
← Kembali
Market News - EKOM
ROSAN TARGETKAN "GROUNDBREAKING" PSEL DI 12 KOTA HINGGA AKHIR 2026
🕐 06/10/26 12:14 | IQPLUS
27844039

IQPlus, (6/10) - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di 12 kota dapat dilakukan sebelum akhir 2026.

"Kami yakin akan ada lagi groundbreaking waste-to-energy di 12 kota berbeda sampai akhir tahun ini," kata Rosan dalam pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa.

Rosan mengatakan, pengembangan tersebut melanjutkan pembangunan fasilitas PSEL yang telah dimulai di Bali, Bekasi, dan Bogor.

Menurut dia, fasilitas pengolahan sampah menjadi energi tersebut juga dikembangkan dengan mengacu pada standar emisi Eropa sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan.

Ia menilai investasi berkelanjutan dibutuhkan agar investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas.

"Kita ingin selalu mempunyai investasi yang masuk ke Indonesia itu adalah investasi yang sustainable, yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Tentunya ini adalah investasi yang berkualitas," ujarnya.

Ia mengatakan, keberlanjutan saat ini tidak lagi hanya menjadi agenda lingkungan, tetapi juga bagian dari agenda ekonomi, industri, dan investasi nasional.

Pengembangan PSEL sendiri dilaksanakan secara bertahap melalui Danantara Indonesia.

Tiga fasilitas gelombang pertama, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya, telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan dikembangkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

PSEL Bogor Raya 1 yang mulai dibangun pada 17 September 2026, misalnya, memiliki kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari dengan nilai investasi Rp2,8 triliun dan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2028. Proyek itu diperkirakan menyerap hingga 1.200 tenaga kerja.

Untuk PSEL tahap kedua, Danantara Investment Management telah menyerahkan Conditional Letter of Award kepada delapan mitra terpilih yang mencakup delapan lokasi di 20 kabupaten/kota.

Studi kelayakan ditargetkan selesai pada pertengahan November 2026, dilanjutkan persiapan proyek hingga peletakan batu pertama yang sebelumnya dijadwalkan pada Desember 2026-Januari 2027.

Pemerintah pada September 2026 juga melaporkan PSEL Kayu Manis, Kota Bogor, yang masuk pengembangan tahap kedua ditargetkan mulai dibangun pada akhir tahun ini setelah penyelesaian studi kelayakan.

Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa pemerintah memandang investasi pada sektor berkelanjutan sebagai salah satu bagian penting dalam membangun ekonomi yang lebih kompetitif sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan.

"Bagi Indonesia, keberlanjutan bukan hanya agenda lingkungan. Ini adalah agenda ekonomi, agenda industri, dan agenda investasi," ucap dia. (end/ant)
📰 BERITA TERKAIT
EKOM: BP TAPERA DORONG PENGUATAN EKOSISTEM PEMBIAYAAN PERUMAHAN MASYARAKAT
23/10/26 15:37
COMD: BI: PERGERAKAN RUPIAH AKIBAT SENTIMEN MSCI BISA DIKELOLA DENGAN BAIK
23/10/26 15:27
EKOM: AIRLANGGA: TARGET KREDIT RP400 TRILIUN UNTUK TINGKATKAN DAYA BELI
23/10/26 15:15
EKOM: MENKO BAHLIL: ADA INDIKASI PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI OLEH INDUSTRI
23/10/26 15:04
EKOM: AIRLANGGA NILAI LAPORAN MSCI TAK CERMINKAN FUNDAMENTAL EKONOMI RI
23/10/26 14:57
EKOM: MENTERI MAMAN: PEMAHAMAN PROSEDUR KARANTINA KURANGI HAMBATAN UMKM
23/10/26 14:45
EKOM: MENLU RI-UAE KOMITMEN PERKUAT KEMITRAAN SEKTOR STRATEGIS
23/10/26 14:21
EKOM: MENKO BAHLIL SEBUT LIMA AREA KONSESI ADA DI NTB HINGGA PAPUA
23/10/26 14:16
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…