IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,627.62▼ -1.01%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,600.97▲ 0.09%Kospi200 891.04▲ 3.76%Korea Composite 5,735.66▲ 3.29%Nikkei 225 Osaka 64,621.24▲ 0.85%Shanghai Composite 3,713.03▼ -0.60%Shenzhen Composite 2,225.34▼ -0.49%Thailand Stock Exchange 1,546.45▼ -0.55%MSCI Indonesia ETF 10.30▲ 7.18%Straits Times Singapore 5,446.12▲ 0.78%Austrian Traded Index 6,465.86▲ 0.20%Euro Stoxx 6,130.63▲ 0.15%CAC 40 Paris 7,833.74▼ -0.06%DAX Frankfurt 25,297.24▼ -0.03%FTSE 100 London 10,712.96▼ -0.19%Dow Jones Industrial Average 52,495.88▲ 1.02%S&P 500 7,712.65▲ 0.29%Nasdaq Composite 26,424.82▼ -0.02%Dow Jones Futures 52,712.00▼ -0.01%S&P Futures 7,769.50▲ 0.18%Nasdaq Futures 29,851.50▲ 0.59%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,190.00▼ -0.28%Zinc 3M 3,732.50▲ 0.21%Cocoa Nybot 5,799.00▲ 1.97%Light Crude Oil NYM 98.68▲ 0.88%Brent Crude 109.78▲ 0.91%Aluminum 3M 3,030.00▲ 0.93%Nickel 3M 16,045.00▲ 2.45%Copper 3M 14,404.00▼ -0.12%Loco London Gold 4,119.00▲ 0.02%Loco London Silver 57.26▼ -0.37%Emas Rupiah 2,382,683.75▼ -0.08%Hangseng Index 23,627.62▼ -1.01%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,600.97▲ 0.09%Kospi200 891.04▲ 3.76%Korea Composite 5,735.66▲ 3.29%Nikkei 225 Osaka 64,621.24▲ 0.85%Shanghai Composite 3,713.03▼ -0.60%Shenzhen Composite 2,225.34▼ -0.49%Thailand Stock Exchange 1,546.45▼ -0.55%MSCI Indonesia ETF 10.30▲ 7.18%Straits Times Singapore 5,446.12▲ 0.78%Austrian Traded Index 6,465.86▲ 0.20%Euro Stoxx 6,130.63▲ 0.15%CAC 40 Paris 7,833.74▼ -0.06%DAX Frankfurt 25,297.24▼ -0.03%FTSE 100 London 10,712.96▼ -0.19%Dow Jones Industrial Average 52,495.88▲ 1.02%S&P 500 7,712.65▲ 0.29%Nasdaq Composite 26,424.82▼ -0.02%Dow Jones Futures 52,712.00▼ -0.01%S&P Futures 7,769.50▲ 0.18%Nasdaq Futures 29,851.50▲ 0.59%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,190.00▼ -0.28%Zinc 3M 3,732.50▲ 0.21%Cocoa Nybot 5,799.00▲ 1.97%Light Crude Oil NYM 98.68▲ 0.88%Brent Crude 109.78▲ 0.91%Aluminum 3M 3,030.00▲ 0.93%Nickel 3M 16,045.00▲ 2.45%Copper 3M 14,404.00▼ -0.12%Loco London Gold 4,119.00▲ 0.02%Loco London Silver 57.26▼ -0.37%Emas Rupiah 2,382,683.75▼ -0.08%
IHSG 5,273.729 ▼ -5.159 (-0.10%) | USD-IDR 17,990
← Kembali
Market News - EKOM
OJK : TRANSFORMASI BISNIS BANK HADIRKAN TANTANGAN DALAM PENGAWASAN
🕐 12/10/26 13:13 | IQPLUS
28447624

IQPlus, (12/10) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa transformasi bisnis perbankan yang didorong oleh perkembangan teknologi, termasuk aset kripto dan frontier artificial intelligence, menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pengawasan perbankan.

Ia menegaskan, transformasi teknologi dan perubahan model bisnis perbankan menuntut kesiapan pengawasan untuk mengantisipasi perkembangan risiko sekaligus mendukung inovasi dan perluasan kegiatan usaha perbankan.

"Indonesia terus mendorong perluasan kegiatan dan peluang bisnis bagi bank, dengan tetap memastikan keseimbangan regulasi untuk mengantisipasi risiko yang muncul dari perkembangan tersebut," kata Friderica dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menekankan pentingnya mengarahkan pemanfaatan teknologi baru untuk mendukung inovasi yang aman, transparan, dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas dan integritas sistem keuangan.

Perkembangan aset digital, termasuk stablecoin dan tokenisation, dipandang membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi pembayaran dan transaksi lintas batas.

Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan risiko yang perlu diantisipasi, antara lain risiko stabilitas keuangan, pelindungan konsumen, penipuan (fraud), pencucian uang dan pendanaan terorisme (anti-money laundering and countering the financing of terrorism/AML/CFT), serta keterhubungan antara bank, penyedia jasa pembayaran, dan platform aset digital.

Oleh karena itu, ia mengatakan pengawas dinilai perlu memperkuat pendekatan berbasis risiko, berbasis prinsip (principle-based), dan netral terhadap teknologi (technology-neutral).

Ia juga mengatakan penguatan tersebut perlu disertai kerja sama dan harmonisasi kebijakan lintas yurisdiksi agar pengawasan mampu mengikuti perkembangan inovasi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Selain risiko yang berkembang saat ini, menurut Dian, kesiapan pengawasan juga perlu mengantisipasi tantangan teknologi jangka panjang, termasuk quantum computing dan kebutuhan transisi menuju kriptografi pascakomputasi kuantum (post-quantum cryptography).

Langkah antisipatif itu dipandang penting untuk memperkuat kapasitas pengawas dan ketahanan digital perbankan sebelum risiko tersebut berdampak material terhadap sistem keuangan, lanjutnya.

Adapun berbagai isu tersebut telah dibahas dalam Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) Meeting dan 24th International Conference of Banking Supervisors (ICBS) yang diselenggarakan di Bali pada 28 September hingga 1 Oktober 2026.

OJK bersama Bank Indonesia (BI) menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan yang mempertemukan sekitar 300 delegasi dari lebih dari 60 negara untuk membahas tantangan pengawasan perbankan di tengah transformasi digital, perubahan model bisnis, dan meningkatnya kompleksitas risiko sistem keuangan. (end)
📰 BERITA TERKAIT
EKOM: MENKO AIRLANGGA SEBUT PENGEMBANGAN KEK BISA KEJAR PERTUMBUHAN 8 PERSEN
21/10/26 14:13
EKOM: PERTAMINA DRILLING SIAP GARAP MIGAS NONKONVENSIONAL
21/10/26 13:58
EKOM: ICDX: GENERASI Z DAN MILENIAL DOMINASI PERDAGANGAN EMAS SECARA DIGITAL
21/10/26 13:47
EKOM: NUSANTARA REGAS SALURKAN 33 KARGO LNG HINGGA TRIWULAN III 2026
21/10/26 13:39
EKOM: INDEF: IEU-CEPA JADI PERLUASAN PASAR BAGI INDUSTRI DAN UMKM TPT RI
21/10/26 13:32
EKOM: MENKO AIRLANGGA BIDIK HEMAT DEVISA RP150 TRILIUN LEWAT KEK KESEHATAN
21/10/26 13:09
EKOM: IHSG SESI I DITUTUP MELEMAH 44 POIN DI LEVEL 5.234
21/10/26 12:13
EKOM: PLN EPI MULAI PASOK BIO-CNG KE PLTGU BELAWAN
21/10/26 11:48
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…