OJK SEBUT DASBOARD IKAD BISA JADI TOOL YANG POWERFUL
🕐 19/10/26 13:53 | IQPLUS
29149968
IQPlus, (19/10) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa dasboard Indeks Akses Keuangan di Daerah (IKAD) bisa menjadi tool atau alat yang powerful dalam melihat bagaimana inklusi keuangan di daerah.
"Indeks IKAD ini memberikan pengayaan dari indeks inklusi yang hanya melihat satu sisi yaitu user, ditambah dengan ketersediaan akses dan kedalaman," kata Friderica Widyasari di Jakarta, Senin.
Menurut dia, Dasboard IKAD yang diluncurkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjadi alat yang memiliki kekuatan.
Hal itu kata dia, ini menjadi komitmen selain memiliki indeks IKAD ini, tapi juga mempunyai dashboard yang bisa sama-sama dimonitor dan kemudian dapat dievaluasi bagaimana pencapaian inklusi di setiap daerah.
"Ini sangat penting, kenapa? Karena jangan sampai kebanyakan kita punya angkanya, tapi kita tidak melakukan apa-apa. Jangankan melakukan apa-apa atau mengevaluasi, melihat pun juga tidak" ujarnya.
Friderica menambahkan bahwa dengan dashboard yang dapat diakses bersama kementerian dan lembaga, termasuk OJK, maka ini menjadi suatu tool yang sangat powerful dalam melihat bagaimana inklusi ini di daerah.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan antara indeks inklusi dengan indeks IKAD yaitu indeks inklusi adalah hasil dari survei dan analisa orang yang dilakukan survei, hasilnya adalah 93 persen atau kira-kira 93 orang dari 100 yang sudah menggunakan produk keuangan.
Akan tetapi untuk indeks IKAD kata dia, melengkapi dengan adanya ketersediaan, akses terhadap inklusi dan kedalamannya. Jadi indeks IKAD ini memberikan pengayaan dari indeks inklusi yang hanya melihat satu sisi yaitu user, ditambah dengan ketersediaan akses dan kedalaman.
"Di sini kita lihat kolaborasi yang sangat baik dari penyediaan data dan tentu saja dari hal ini kita bisa mengevaluasi apa yang masih kurang, kebijakan apa yang perlu kita dorong," kata dia.
Ia mencontohkan Kementerian Dalam Negeri yang memiliki Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang sangat powerful dalam menggerakkan berbagai program untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah.
Selain itu, ada beberapa contoh lainnya seperti Kepala Kantor OJK Daerah Jawa Barat melalui inklusi keuangannya yaitu bagaimana peternak sapi, dan telur itu sudah masuk di dalam ekosistem MBG, ini salah satu upaya untuk menurunkan harga sehingga secara ekosistem itu sangat bermanfaat.
Jadi banyak sekali contoh sukses yang dilakukan oleh TPAKD dan perlu didorong agar semua daerah semakin banyak melakukan program-program yang sangat bermanfaat.
"Jadi saya yakin ini suatu yang dahsyat dan ini adalah bentuk komitmen yang sangat nyata dari semua dalam hal kita bersama-sama meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah," katanya menambahkan. (end)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).