IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,116.56▲ 0.79%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,607.67▼ -0.03%Kospi200 862.77▲ 0.55%Korea Composite 5,550.30▲ 0.30%Nikkei 225 Osaka 62,693.16▼ -0.34%Shanghai Composite 3,690.48▲ 0.89%Shenzhen Composite 2,212.99▲ 2.44%Thailand Stock Exchange 1,562.67▲ 0.42%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,415.67▲ 0.01%Austrian Traded Index 6,565.70▲ 1.75%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,767.09▼ -0.57%DAX Frankfurt 25,230.92▼ -0.56%FTSE 100 London 10,690.33▼ -0.32%Dow Jones Industrial Average 52,867.98▲ 0.02%S&P 500 7,663.35▼ -1.21%Nasdaq Composite 26,008.86▼ -2.60%Dow Jones Futures 52,870.00▼ -0.37%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,590.00▲ 1.00%Zinc 3M 3,693.50▲ 0.63%Cocoa Nybot 5,607.00▼ -4.04%Light Crude Oil NYM 100.47▲ 1.01%Brent Crude 114.00▲ 0.73%Aluminum 3M 3,016.00▲ 0.23%Nickel 3M 15,925.00▼ -1.21%Copper 3M 14,181.00▲ 0.73%Loco London Gold 4,019.80▼ -0.08%Loco London Silver 53.96▼ -1.13%Emas Rupiah 2,334,872.25▼ -0.10%Hangseng Index 23,116.56▲ 0.79%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,607.67▼ -0.03%Kospi200 862.77▲ 0.55%Korea Composite 5,550.30▲ 0.30%Nikkei 225 Osaka 62,693.16▼ -0.34%Shanghai Composite 3,690.48▲ 0.89%Shenzhen Composite 2,212.99▲ 2.44%Thailand Stock Exchange 1,562.67▲ 0.42%MSCI Indonesia ETF 10.53▲ 2.23%Straits Times Singapore 5,415.67▲ 0.01%Austrian Traded Index 6,565.70▲ 1.75%Euro Stoxx 6,207.52▲ 1.40%CAC 40 Paris 7,767.09▼ -0.57%DAX Frankfurt 25,230.92▼ -0.56%FTSE 100 London 10,690.33▼ -0.32%Dow Jones Industrial Average 52,867.98▲ 0.02%S&P 500 7,663.35▼ -1.21%Nasdaq Composite 26,008.86▼ -2.60%Dow Jones Futures 52,870.00▼ -0.37%S&P Futures 7,800.250.00%Nasdaq Futures 30,023.75▲ 0.06%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,590.00▲ 1.00%Zinc 3M 3,693.50▲ 0.63%Cocoa Nybot 5,607.00▼ -4.04%Light Crude Oil NYM 100.47▲ 1.01%Brent Crude 114.00▲ 0.73%Aluminum 3M 3,016.00▲ 0.23%Nickel 3M 15,925.00▼ -1.21%Copper 3M 14,181.00▲ 0.73%Loco London Gold 4,019.80▼ -0.08%Loco London Silver 53.96▼ -1.13%Emas Rupiah 2,334,872.25▼ -0.10%
IHSG 5,413.166 ▲ +25.261 (+0.47%) | USD-IDR 18,063
← Kembali
Market News - EKOM
OJK : PEMBIAYAAN PERBANKAN SYARIAH TUMBUH DUA DIGIT PER AGUSTUS 2026
🕐 06/10/26 13:35 | IQPLUS
27848904

IQPlus, (6/10) - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan pembiayaan perbankan syariah tumbuh dua digit di level 11,61 persen year-on-year (yoy) per Agustus 2026.

"Per Agustus 2026, pembiayaan perbankan syariah tumbuh double digit (dua digit) di level 11,61 persen yoy, piutang pembiayaan syariah tumbuh solid sebesar 9,27 persen yoy dan pertumbuhan kontribusi asuransi syariah membaik dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi -0,12 persen yoy," ujar dia dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Selain itu, dia menyampaikan kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) secara year-to-date (ytd) masih mengalami tekanan. Namun demikian, Sukuk Korporasi mencatatkan kinerja positif dengan peningkatan 10,65 persen ytd dan Asset Under Management (AUM) Reksa Dana Syariah tumbuh 1,04 persen ytd.

Sebagai tindak lanjut Pasal 9 Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2023, lanjutnya, sebanyak 41 perusahaan telah menyampaikan perubahan Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah (RKPUS), yang terdiri atas 23 perusahaan yang akan melakukan spin-off melalui pendirian perusahaan baru dan 18 perusahaan yang akan melakukan pengalihan portofolio kepada perusahaan lain.

Pada September 2026 terdapat tambahan empat unit syariah yang telah menyelesaikan proses spin-off melalui pendirian perusahaan baru dan tak terdapat tambahan unit syariah yang melakukan spin-off dengan pengalihan portofolio kepada perusahaan lain.

"Dengan demikian, secara kumulatif telah terdapat 11 perusahaan yang menyelesaikan spin-off melalui pendirian perusahaan baru dan 10 perusahaan yang menyelesaikan melalui pengalihan portofolio kepada perusahaan lain. Selain itu, terdapat 11 unit syariah yang masih dalam proses spin-off melalui pendirian perusahaan baru," ujar Dian.

Dalam rangka pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah, pihaknya disebut sedang sedang menyusun Rancangan Peraturan Anggota Dewan Komisioner (PADK) tentang Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia Bagi Bank Perekonomian Rakyat Syariah, yang disusun dalam rangka pengkinian Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku bagi Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).

Kemudian juga pemberlakuan Surat Edaran OJK Transparansi dan Publikasi Laporan Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS).

Sesuai Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 32/SEOJK.03/2025 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank Umum Syariah dan Unit Syariah (SEOJK Transparansi dan Publikasi BUS UUS), terdapat kewajiban publikasi laporan keuangan sesuai pengaturan terkini yang berlaku mulai laporan posisi September 2026.

Sejalan dengan pemberlakuan kewajiban tersebut, dia menyampaikan bahwa pada September 2026, telah dilaksanakan sosialisasi terkait penyesuaian aplikasi surrounding OJK untuk mendukung penyampaian laporan kepada OJK. Dua sosialisasi tersebut mencakup Sosialisasi APOLO (Modul Laporan Publikasi Triwulanan BUS dan UUS) dan Sosialisasi Penambahan Kode Referensi dan Penyesuaian Definisi Baki Debet pada Pelaporan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di Perbankan Syariah.

Terakhir, menurut dia, OJK juga sudah menyelenggarakan Puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 pada 24 September 2026 di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta.

Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, sekaligus mengembangkan kapasitas dan talenta generasi muda. ISFO 2026 diikuti oleh 11.952 peserta, meningkat 15,3 persen dari sisi jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sebagai bagian dari rangkaian Puncak ISFO 2026, OJK dan Kemendikdasmen juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman serta peluncuran Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F," ujar dia. (end)
📰 BERITA TERKAIT
EKOM: MENLU RI-UAE KOMITMEN PERKUAT KEMITRAAN SEKTOR STRATEGIS
23/10/26 14:21
EKOM: MENKO BAHLIL SEBUT LIMA AREA KONSESI ADA DI NTB HINGGA PAPUA
23/10/26 14:16
EKOM: MENKO ZULHAS SEBUT BIAYA PRODUKSI BERAS RI CAPAI RP14 RIBU PER KG
23/10/26 13:57
EKOM: MENKO BAHLIL: PEMERINTAH AKAN TAMBAH KUOTA PERTALITE
23/10/26 13:45
EKOM: BI : UANG BEREDAR TUMBUH SEBESAR 8,3% PADA SEPTEMBER 2026
23/10/26 13:31
EKOM: KEMENKOP: PENGUATAN KREATIVITAS INOVASI FONDASI KEBERLANJUTAN KOPERASI
23/10/26 13:21
EKOM: INDIA HENTIKAN PENYELIDIKAN ANTISUBSIDI PRODUK CFG ASAL INDONESIA
23/10/26 10:51
EKOM: PRESIDEN PRABOWO LUNCURKAN DEWAN NASIONAL KESEJAHTERAAN KEUANGAN
23/10/26 10:31
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…