MENKOP DUKUNG HILIRISASI SAWIT KOPERASI HINGGA REFINERY MINYAK GORENG
🕐 12/08/26 16:21 | IQPLUS
22358878
IQPlus, (12/8) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi sawit memperluas usaha hingga pengolahan produk turunan kelapa sawit, termasuk membangun fasilitas pemurnian minyak goreng (refinery).
Ferry mengatakan pembangunan refinery dapat menjadi tahap lanjutan setelah koperasi memiliki pabrik pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sendiri.
"Kalau makin banyak koperasi yang sudah punya pabrik-pabrik CPO, tidak tertutup kemungkinan kita akan masuk ke produk-produk turunannya. Kita bisa bangun refinery minyak goreng sendiri," ujar Ferry saat peresmian pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu.
Menurut dia, pengembangan hilirisasi tersebut diperlukan agar koperasi dan petani sawit tidak hanya memperoleh pendapatan dari penjualan tandan buah segar (TBS), tetapi juga dapat menikmati nilai tambah dari proses pengolahan hingga produk akhir.
Ferry mengatakan perkebunan rakyat masih menghadapi keterbatasan akses terhadap hilirisasi. Oleh sebab itu, ia menilai koperasi perlu didorong menjadi badan usaha yang mampu mengelola kegiatan ekonomi petani, termasuk masuk ke sektor pengolahan sawit.
Ia menambahkan pemerintah juga mendorong PT Agrinas Palma Nusantara, sebagai BUMN yang mendapat penugasan mengelola kebun sawit hasil penertiban kawasan hutan, untuk memperluas kerja sama dengan koperasi dalam pengelolaan lahan sawit yang berada di bawah pengelolaan perusahaan tersebut.
Menurut Ferry, penguatan kerja sama tersebut diharapkan membuat koperasi tidak sekadar menjadi perkumpulan anggota, tetapi berkembang sebagai badan usaha milik petani sawit.
Ferry mengatakan apabila pengembangan industri turunan sawit berbasis koperasi dapat direalisasikan, minyak goreng yang diproduksi melalui refinery koperasi nantinya berpotensi disalurkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah.
Pabrik pengolahan CPO yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ditargetkan menjadi model hilirisasi sawit berbasis koperasi untuk direplikasi di daerah lain.
Pabrik dengan nilai investasi sekitar Rp100 miliar tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Produk CPO yang dihasilkan saat ini dipasarkan kepada sejumlah mitra industri, salah satunya Wilmar. (end/ant)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).