KEPALA BAPPENAS: PELINDUNGAN PMI JADI PELUANG PERLUAS PASAR INDONESIA
🕐 14/08/26 10:20 | IQPLUS
22537098
IQPlus, (14/8) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak boleh dipandang semata-mata hanya isu ketenagakerjaan, tetapi juga sebagai peluang strategis memperluas pasar Indonesia di tingkat global.
"Pengalaman menunjukkan bahwa tenaga kerja Indonesia, termasuk yang bekerja pada sektor unskilled labour, dengan talenta yang mereka miliki mampu mengubah perilaku dan budaya masyarakat, termasuk kelompok menengah dan generasi muda di negara penempatan,"ungkapnya dalam agenda penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Perencanaan Pembangunan Nasional dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dari keterangan resmi, Jakarta, Jumat.
Mereka, katanya, mulai mengikuti pola makan para pekerja kita, mengenal menu seperti gado-gado, karedok, pecel, hingga mi instan Indonesia. Ini merupakan modal yang sangat berharga untuk menembus pasar internasional
Sebagai bentuk dukungan untuk penguatan sinergi dalam perencanaan pembangunan nasional dan pelindungan PMI, antara Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) menandatangani nota kesepahaman.
Sementara itu Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menyatakan keberhasilan transisi energi menuju emisi nol bersih atau net-zero emissions (NZE) diukur dari sejauh mana manfaatnya kepada masyarakat.
"Ketika berbicara tentang net-zero, perhatian kita sering tertuju pada panel surya, kendaraan listrik, hydrogen, baterai, atau pasar karbon. Semua itu tentu penting. Namun, teknologi bukanlah tujuan akhir. Tujuan kita adalah memastikan masyarakat hidup lebih sejahtera, lebih tangguh, dan memiliki lebih banyak peluang," ujar Wamen Febrian, dalam acara Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2026 bertema "Utamakan Masyarakat, Wujudkan Transisi yang Berkeadilan!", sebagaimana dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Jumat. (end/ant)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).