IQPlus
REAL TIME DATA & NEWS SERVICE
🔍
Hangseng Index 25,883.24 ▲0.72%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,737.29 ▲0.03%Kospi200 1,094.34 ▲1.24%Korea Composite 6,905.24 ▲0.77%Nikkei 225 Osaka 66,017.33 ▼-0.30%Shanghai Composite 3,903.81 ▲0.00%Shenzhen Composite 2,531.74 ▲0.18%Thailand Stock Exchange 1,620.87 ▲0.68%Straits Times Singapore 5,679.77 ▲0.14%CAC 40 Paris 8,453.09 ▼-0.57%DAX Frankfurt 25,983.04 ▼-0.42%FTSE 100 London 10,748.16 ▲0.04%Dow Jones Industrial Average 52,759.21 ▼-1.32%S&P 500 7,641.63 ▼-0.86%Nasdaq Composite 26,067.17 ▼-1.00%Dow Jones Futures 52,877.00 ▲0.05%New York Stock Exchange 17,188.46 ▼-1.43%Tin 3M 55,900.00 ▲0.17%Zinc 3M 3,787.00 ▲0.72%Cocoa Nybot 6,012.00 ▼-0.32%Light Crude Oil NYM 86.44 ▼-0.45%Brent Crude 93.50 ▼-0.30%Aluminum 3M 3,208.50 ▲0.12%Nickel 3M 16,970.00 ▲0.53%Copper 3M 14,139.50 ▲0.74%Loco London Gold 4,541.50 ▲0.51%Loco London Silver 69.00 ▲1.38%Emas Rupiah 2,584,535.25 ▲0.24%Hangseng Index 25,883.24 ▲0.72%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,737.29 ▲0.03%Kospi200 1,094.34 ▲1.24%Korea Composite 6,905.24 ▲0.77%Nikkei 225 Osaka 66,017.33 ▼-0.30%Shanghai Composite 3,903.81 ▲0.00%Shenzhen Composite 2,531.74 ▲0.18%Thailand Stock Exchange 1,620.87 ▲0.68%Straits Times Singapore 5,679.77 ▲0.14%CAC 40 Paris 8,453.09 ▼-0.57%DAX Frankfurt 25,983.04 ▼-0.42%FTSE 100 London 10,748.16 ▲0.04%Dow Jones Industrial Average 52,759.21 ▼-1.32%S&P 500 7,641.63 ▼-0.86%Nasdaq Composite 26,067.17 ▼-1.00%Dow Jones Futures 52,877.00 ▲0.05%New York Stock Exchange 17,188.46 ▼-1.43%Tin 3M 55,900.00 ▲0.17%Zinc 3M 3,787.00 ▲0.72%Cocoa Nybot 6,012.00 ▼-0.32%Light Crude Oil NYM 86.44 ▼-0.45%Brent Crude 93.50 ▼-0.30%Aluminum 3M 3,208.50 ▲0.12%Nickel 3M 16,970.00 ▲0.53%Copper 3M 14,139.50 ▲0.74%Loco London Gold 4,541.50 ▲0.51%Loco London Silver 69.00 ▲1.38%Emas Rupiah 2,584,535.25 ▲0.24%
IHSG 6,535.575 ▲ +33.990 (+0.52%) | USD-IDR 17,700
← Kembali
Market News - EKOM
KEMENPERIN PERCEPAT TRANSFORMASI INDUSTRI HIJAU MELALUI IMPLEMENTASI EKONOMI SIRKULAR
🕐 07/08/26 09:23 | IQPLUS
21833811

IQPlus, (7/8) - Kementerian Perindustrian terus berkomitmen untuk mempercepat transformasi menuju industri hijau di sektor manufaktur sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus mendukung pencapaian target dekarbonisasi. Salah satu fokus pengembangan diarahkan pada subsektor industri minuman yang memiliki potensi besar dalam memacu penerapan ekonomi sirkular nasional melalui peningkatan efisiensi sumber daya, penggunaan energi terbarukan, serta optimalisasi penggunaan kemasan plastik daur ulang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penerapan industri hijau merupakan bagian dari strategi pembangunan industri nasional agar mampu tumbuh secara berkelanjutan serta berdaya saing di pasar global. Menurutnya, transformasi industri tidak hanya diarahkan untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) sektor industri pada 2050, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui efisiensi produksi, inovasi teknologi, dan penguatan ekonomi sirkular.

"Transformasi menuju industri hijau merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk yang berkelanjutan. Karena itu, penerapan ekonomi sirkular perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/8).

Upaya percepatan transformasi industri hijau tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yang menekankan pengembangan industri yang kompetitif, tangguh, dan berkelanjutan. Untuk mendukung implementasinya, Kemenperin telah menyusun peta jalan dekarbonisasi industri untuk subsektor manufaktur prioritas, termasuk industri makanan dan minuman (mamin).

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menambahkan, kinerja positif pada industri mamin perlu diiringi dengan transformasi menuju industri yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. "Melalui penerapan ekonomi sirkular, industri diharapkan tidak hanya mampu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing dan memenuhi tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan," ungkapnya.

Salah satu wujud implementasi transformasi menuju industri berkelanjutan melalui pengelolaan kemasan pasca konsumsi. Berdasarkan kajian Sustainable Waste Indonesia, secara nasional jenis plastik yang paling banyak digunakan adalah PolyPropylene (PP) sebesar 36%, Low-Density Polyethylene (LDPE) 17%, dan High-Density Polyethylene (HDPE) sebesar 14%, sementara plastik Polyethylene Terephthalate (PET) yang umum digunakan sebagai kemasan botol minuman mengambil porsi relatif lebih kecil dari total konsumsi plastik nasional yaitu sebanyak 9%.

Meski demikian, jenis kemasan botol PET menunjukkan prospek yang menjanjikan dalam penerapan ekonomi sirkular. Produksi limbah botol PET diperkirakan mencapai sekitar 435 ribu ton per tahun, dengan sekitar 307 ribu ton berhasil dikumpulkan kembali sehingga tingkat daur ulangnya telah mencapai sekitar 71%. Tingginya tingkat daur ulang ini menunjukkan besarnya nilai ekonomi dalam rantai industri daur ulang.

"Jenis Kemasan botol PET menunjukkan bahwa limbah sebenarnya dapat menjadi sumber daya apabila dikelola secara tepat. Ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam membangun sistem ekonomi sirkular yang lebih kuat sekaligus mendukung target penurunan emisi sektor industri, khususnya pada industri minuman." jelas Merrijantij Punguan Pintaria, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar saat membuka Workshop Implementasi Industri Hijau dan Ekonomi Sirkular pada Sektor Industri Minuman di Jakarta beberapa waktu lalu. (end)


📰 BERITA TERKAIT
EKOM: MENDAG UNDANG PELAKU USAHA PERKUAT TEI KE-41
21/08/26 11:30
EKOM: INDONESIA-FAO LUNCURKAN KERANGKA PANGAN BERKELANJUTAN 2026-2030
21/08/26 11:25
EKOM: OJK BERI IZIN USAHA PT ASURANSI JASA INDONESIA
21/08/26 11:18
EKOM: BPJPH TEGASKAN KESIAPAN EKOSISTEM JPH
21/08/26 11:12
EKOM: WAMENAKER : KOLABORASI LINTAS SEKTOR PERLUAS JANGKAUAN PELATIHAN SDM
21/08/26 11:08
INEW: NIKKEI BERSIAP HADAPI KINERJA TERBURUK DALAM SEBULAN
21/08/26 10:58
EKOM: NERACA PEMBAYARAN INDONESIA PADA TRIWULAN II 2026 DEFISIT 0,9 MILIAR DOLAR AS
21/08/26 10:53
EKOM: PERTAMINA BUKA POSKO KESEHATAN GRATIS DI NTT
21/08/26 10:48
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…