IQPlus,(14/8) - Harga emas turun di bawah US$4.400 per ons seiring tanda-tanda meredanya inflasi AS yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada bulan September.
Harga emas turun hingga 1,5 persen menjadi US$4.343,91 per ons pada hari Kamis (13 Agustus). Inflasi tingkat produsen (grosir) AS melambat pada bulan Juli melebihi perkiraan akibat penurunan biaya energi dan pangan, sementara pasar uang memperhitungkan peluang kurang dari 40 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada bulan September.
Meskipun prospek tidak adanya kenaikan suku bunga umumnya berdampak positif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil suku bunga yang tetap tinggi dalam jangka waktu lama dapat menekan harga emas dengan membuat obligasi menjadi lebih menarik bagi para investor.
Sebelum The Fed kembali mengadakan pertemuan pada bulan September, sejumlah laporan tambahan mengenai ketenagakerjaan akan dirilis. Para investor juga akan menyoroti pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium tahunan Jackson Hole yang diselenggarakan oleh bank sentral AS pada akhir Agustus mendatang.
Sementara itu, setiap gejolak yang muncul di Timur Tengah berisiko memicu kembali kenaikan harga energi, yang selama ini menjadi faktor pendorong risiko inflasi sejak konflik AS-Iran bermula.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas diperdagangkan di atas level *support* US$4.000; minat investor yang kembali tumbuh terhadap logam mulia ini didukung oleh peningkatan pembelian oleh bank sentral, terutama dari Tiongkok. Kenaikan harga pada awal pekan ini membawa posisi emas melampaui rata-rata pergerakan 100 hari (*100-day moving average*) untuk pertama kalinya sejak bulan April.
Harga emas spot turun 1,3 persen menjadi US$4.350,02 per ons pada pukul 16.44 waktu New York. Harga perak melemah 1,4 persen menjadi US$64,42 per ons. Platinum dan paladium juga mengalami penurunan. Bloomberg Dollar Spot Index, sebuah tolok ukur mata uang AS, tidak banyak berubah. (end/Bloomberg)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).