EKRAF GANDENG ION BUKA AKSES PASAR GLOBAL BAGI PRODUK KREATIF LOKAL
🕐 20/08/26 10:10 | IQPLUS
23136627
IQPlus (20/8) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong produk kreatif lokal untuk semakin menembus pasar global melalui kolaborasi bersama Indonesia Open Network (ION) sekaligus meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan integrasi teknologi tidak hanya memperkuat infrastruktur bisnis, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi karya kreatif nasional di pasar global.
"Kemitraan bersama ION menjadi momentum penting untuk membuka akses pasar digital yang lebih luas dan inklusif bagi seluruh kreator Tanah Air. Integrasi teknologi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur bisnis para pelaku usaha, tetapi juga dapat melipatgandakan daya saing serta nilai ekonomi karya kreatif nasional di kancah global," ujar Irene dalam keterangan yang diterima, Kamis.
Kolaborasi tersebut akan mencakup sejumlah aspek, mulai dari perluasan akses pasar dan pemasaran digital, perdagangan lintas batas, pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Irene menilai pemanfaatan teknologi dan ekosistem jaringan terbuka ION dapat mendukung proses digitalisasi sekaligus memperkuat perlindungan kekayaan intelektual pelaku ekonomi kreatif. Pemerintah juga berencana membentuk tim kerja bersama untuk mendiskusikan potensi kolaborasi tersebut.
Namun, ia menekankan bahwa penguatan infrastruktur digital perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.
"Tantangan terbesarnya adalah membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi secara optimal, sehingga kolaborasi yang adil dan berkelanjutan ini dapat segera diimplementasikan," kata Irene.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, sektor ekonomi kreatif mencatatkan investasi sebesar Rp183,01 triliun pada tahun 2025. Sementara itu, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai US$31,94 miliar dengan penyerapan energi kerja sebanyak 27,40 juta orang.
Kinerja tersebut ditopang oleh 21 subsektor ekonomi kreatif, sekaligus menunjukkan besarnya potensi pasar dan nilai ekonomi industri kreatif Indonesia.
ION sendiri dikembangkan melalui kerja sama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari inisiatif Kerja Sama Digital india-India.
Infrastruktur tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan layanan yang dapat mendukung pelaku usaha dalam mengakses pasar digital, logistik, pembayaran, pembiayaan, asuransi, pengembangan keterampilan, hingga perdagangan berbasis AI.
Ketua Komite Pengarah ION Sachin Gopalan mengatakan terbuka untuk membangun kolaborasi bersama pemerintah dan berbagai pihak guna memperkuat ekosistem digital yang mendukung talenta muda, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif lokal.
"ION tidak dapat berhasil sendiri, kami membutuhkan banyak kolaborasi dengan pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki visi sama guna membangun ekosistem yang memberdayakan talenta muda, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif lokal," jelasnya.
Dengan penguatan ekosistem digital tersebut, kolaborasi Ekraf dan ION diharapkan tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga mendorong produk tambah dan karya kreatif Indonesia memiliki nilai lebih tinggi serta mampu bersaing di pasar internasional. (end/ant)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).