IQPlus
REAL TIME DATA & NEWS SERVICE
🔍
Hangseng Index 25,958.49 ▲1.01%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,737.03 ▲0.02%Kospi200 1,096.25 ▲1.41%Korea Composite 6,912.95 ▲0.88%Nikkei 225 Osaka 66,016.36 ▼-0.30%Shanghai Composite 3,910.74 ▲0.18%Shenzhen Composite 2,543.97 ▲0.67%Thailand Stock Exchange 1,618.76 ▲0.54%Straits Times Singapore 5,676.80 ▲0.09%CAC 40 Paris 8,453.09 ▼-0.58%DAX Frankfurt 25,983.04 ▼-0.42%FTSE 100 London 10,748.16 ▲0.04%Dow Jones Industrial Average 52,759.21 ▼-1.32%S&P 500 7,641.63 ▼-0.86%Nasdaq Composite 26,067.17 ▼-1.00%Dow Jones Futures 52,908.00 ▲0.11%New York Stock Exchange 17,188.46 ▼-1.43%Tin 3M 56,010.00 ▲0.37%Zinc 3M 3,784.00 ▲0.64%Cocoa Nybot 6,012.00 ▼-0.32%Light Crude Oil NYM 86.38 ▼-0.52%Brent Crude 93.44 ▼-0.36%Aluminum 3M 3,214.00 ▲0.28%Nickel 3M 16,960.00 ▲0.47%Copper 3M 14,134.50 ▲0.71%Loco London Gold 4,559.20 ▲0.90%Loco London Silver 68.96 ▲1.32%Emas Rupiah 2,594,526.75 ▲0.62%Hangseng Index 25,958.49 ▲1.01%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,737.03 ▲0.02%Kospi200 1,096.25 ▲1.41%Korea Composite 6,912.95 ▲0.88%Nikkei 225 Osaka 66,016.36 ▼-0.30%Shanghai Composite 3,910.74 ▲0.18%Shenzhen Composite 2,543.97 ▲0.67%Thailand Stock Exchange 1,618.76 ▲0.54%Straits Times Singapore 5,676.80 ▲0.09%CAC 40 Paris 8,453.09 ▼-0.58%DAX Frankfurt 25,983.04 ▼-0.42%FTSE 100 London 10,748.16 ▲0.04%Dow Jones Industrial Average 52,759.21 ▼-1.32%S&P 500 7,641.63 ▼-0.86%Nasdaq Composite 26,067.17 ▼-1.00%Dow Jones Futures 52,908.00 ▲0.11%New York Stock Exchange 17,188.46 ▼-1.43%Tin 3M 56,010.00 ▲0.37%Zinc 3M 3,784.00 ▲0.64%Cocoa Nybot 6,012.00 ▼-0.32%Light Crude Oil NYM 86.38 ▼-0.52%Brent Crude 93.44 ▼-0.36%Aluminum 3M 3,214.00 ▲0.28%Nickel 3M 16,960.00 ▲0.47%Copper 3M 14,134.50 ▲0.71%Loco London Gold 4,559.20 ▲0.90%Loco London Silver 68.96 ▲1.32%Emas Rupiah 2,594,526.75 ▲0.62%
IHSG 6,535.575 ▲ +33.990 (+0.52%) | USD-IDR 17,701
← Kembali
Market News - EKOM
DJP : PENUNDAAN PAJAK "MARKETPLACE" DEMI JAGA DAYA BELI MASYARAKAT
🕐 06/08/26 11:42 | IQPLUS
21742124

IQPlus, (6/8) - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan penundaan implementasi pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas transaksi pada platform lokapasar (marketplace) demi menjaga daya beli masyarakat.

"Penundaan waktu pemberlakuan ini dilakukan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi perhatian pemerintah," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) DJP Kemenkeu Inge Diana Rismawanti dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025 sebagai payung hukum yang menaungi wacana pungutan pajak marketplace ditunda hingga 31 Oktober 2026. Adapun pemungutan PPh Pasal 22 berdasarkan ketentuan tersebut mulai berlaku pada 1 November 2026.

Dengan demikian, kata Inge, Keputusan Direktur Jenderal Pajak mengenai penunjukan marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22 yang telah diterbitkan akan dibatalkan dan dilakukan penunjukan kembali.

Selain itu, PPh Pasal 22 yang telah dipungut oleh marketplace dari Pedagang Dalam Negeri sehubungan dengan penunjukan yang telah diterbitkan sebelumnya akan dikembalikan oleh marketplace kepada Pedagang Dalam Negeri.

"Penundaan ini tidak mengubah substansi kebijakan, melainkan hanya menunda waktu pemberlakuannya," ujar Inge.

Penundaan implementasi kebijakan itu sebelumnya telah disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (5/8), menyatakan alasan menunda implementasi pemungutan pajak melalui marketplace tersebut, karena menantikan terlebih dahulu kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat mengalami perbaikan.

"Nanti kita tunda dulu. Saya bilang sampai keadaan, saya selalu bilang kalau daya belinya, ekonominya, sudah membaik," ujar Purbaya.

Sebagai upaya implementasi PMK 37/2025, DJP telah menunjuk empat perusahaan marketplace sebagai pemungut pajak, yaitu Tokopedia, Shopee, Lazada dan Blibli.

Dalam skema tersebut, marketplace akan memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen dari peredaran bruto penjual, yakni nilai transaksi yang tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Mekanismenya, konsumen melakukan pembayaran melalui marketplace. Kemudian, marketplace memungut PPh Pasal 22 atas penghasilan penjual, menerbitkan tagihan (invoice), menyetorkan pungutan ke kas negara dan melaporkannya melalui Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Unifikasi.

Meski demikian, pemungutan tersebut hanya berlaku bagi penjual yang memiliki omzet atau peredaran bruto di atas Rp500 juta dalam satu tahun.(end/ant)
📰 BERITA TERKAIT
EKOM: BI : UANG BEREDAR TUMBUH 8,3% PADA BULAN JULI 2026
21/08/26 13:33
EKOM: DANANTARA HOUSING EXPO TAWARKAN HUNIAN UNTUK MASYARAKAT MBR
21/08/26 13:03
EKOM: MENDAG UNDANG PELAKU USAHA PERKUAT TEI KE-41
21/08/26 11:30
EKOM: INDONESIA-FAO LUNCURKAN KERANGKA PANGAN BERKELANJUTAN 2026-2030
21/08/26 11:25
EKOM: OJK BERI IZIN USAHA PT ASURANSI JASA INDONESIA
21/08/26 11:18
EKOM: BPJPH TEGASKAN KESIAPAN EKOSISTEM JPH
21/08/26 11:12
EKOM: WAMENAKER : KOLABORASI LINTAS SEKTOR PERLUAS JANGKAUAN PELATIHAN SDM
21/08/26 11:08
INEW: NIKKEI BERSIAP HADAPI KINERJA TERBURUK DALAM SEBULAN
21/08/26 10:58
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…