IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,867.74▼ -1.32%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,599.58▲ 0.24%Kospi200 858.78▼ -3.65%Korea Composite 5,552.74▼ -3.73%Nikkei 225 Osaka 64,037.26▼ -1.35%Shanghai Composite 3,735.37▲ 0.12%Shenzhen Composite 2,236.38▲ 0.34%Thailand Stock Exchange 1,554.94▼ -1.07%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,404.02▼ -0.15%Austrian Traded Index 6,506.54▼ -0.77%Euro Stoxx 6,144.81▼ -0.96%CAC 40 Paris 7,807.49▼ -0.77%DAX Frankfurt 25,113.64▼ -0.81%FTSE 100 London 10,702.78▼ -0.58%Dow Jones Industrial Average 51,966.03▼ -0.07%S&P 500 7,690.79▲ 0.41%Nasdaq Composite 26,430.89▲ 1.11%Dow Jones Futures 52,178.00▼ -0.01%S&P Futures 7,738.25▲ 0.05%Nasdaq Futures 29,657.25▼ -0.22%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,000.00▲ 0.32%Zinc 3M 3,694.00▼ -0.54%Cocoa Nybot 5,755.00▲ 1.20%Light Crude Oil NYM 100.63▲ 2.12%Brent Crude 111.22▲ 1.52%Aluminum 3M 3,000.50▼ -0.53%Nickel 3M 15,580.00▲ 0.33%Copper 3M 14,342.00▲ 0.02%Loco London Gold 4,124.50▼ -0.37%Loco London Silver 57.12▲ 0.11%Emas Rupiah 2,384,157.75▼ -0.62%Hangseng Index 23,867.74▼ -1.32%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,599.58▲ 0.24%Kospi200 858.78▼ -3.65%Korea Composite 5,552.74▼ -3.73%Nikkei 225 Osaka 64,037.26▼ -1.35%Shanghai Composite 3,735.37▲ 0.12%Shenzhen Composite 2,236.38▲ 0.34%Thailand Stock Exchange 1,554.94▼ -1.07%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,404.02▼ -0.15%Austrian Traded Index 6,506.54▼ -0.77%Euro Stoxx 6,144.81▼ -0.96%CAC 40 Paris 7,807.49▼ -0.77%DAX Frankfurt 25,113.64▼ -0.81%FTSE 100 London 10,702.78▼ -0.58%Dow Jones Industrial Average 51,966.03▼ -0.07%S&P 500 7,690.79▲ 0.41%Nasdaq Composite 26,430.89▲ 1.11%Dow Jones Futures 52,178.00▼ -0.01%S&P Futures 7,738.25▲ 0.05%Nasdaq Futures 29,657.25▼ -0.22%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,000.00▲ 0.32%Zinc 3M 3,694.00▼ -0.54%Cocoa Nybot 5,755.00▲ 1.20%Light Crude Oil NYM 100.63▲ 2.12%Brent Crude 111.22▲ 1.52%Aluminum 3M 3,000.50▼ -0.53%Nickel 3M 15,580.00▲ 0.33%Copper 3M 14,342.00▲ 0.02%Loco London Gold 4,124.50▼ -0.37%Loco London Silver 57.12▲ 0.11%Emas Rupiah 2,384,157.75▼ -0.62%
IHSG 5,263.030 ▲ +266.421 (+5.33%) | USD-IDR 17,978
← Kembali
Stock News - CEKA
CEKA PASTIKAN TARGET PRODUKSI 2026 AMAN DARI DAMPAK KARHUTLA
🕐 14/10/26 15:00 | IQPLUS
28653991

IQPlus, (14/10) - PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) memberikan penjelasan terkait meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta fenomena iklim El Nino di sejumlah wilayah Indonesia.

Melalui surat tanggapan tertanggal 14 Oktober 2026, perseroan menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kebun kelapa sawit maupun lahan tanaman lainnya.

Sekretaris Perusahaan PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk, Emmanuel Dwi Iriyadi, menyatakan bahwa kegiatan bisnis perseroan murni berfokus pada industri pengolahan kelapa sawit. Saat ini, perseroan memiliki wilayah operasional dan aset di tiga lokasi utama, yakni Pontianak (Kalimantan Barat), Bekasi (Jawa Barat), dan kantor pusat di Jakarta Selatan.

Kontribusi produksi perseroan 100 persen berasal dari lokasi Pontianak, sementara kontribusi pendapatan berasal dari Pontianak sebesar 66 persen dan sisanya 34 persen dari kegiatan perdagangan.

Dampak Karhutla dan Kondisi Operasional di Pontianak

Lebih lanjut, perseroan tak menampik bahwa kegiatan operasional pabrik di Pontianak turut merasakan dampak dari karhutla dan fenomena El Nino. Asap akibat kebakaran mengganggu kenyamanan pernapasan karyawan serta menurunkan efektivitas kerja.

Selain itu, terjadi penurunan debit air Sungai Kapuas yang menjadi jalur transportasi utama distribusi bahan baku CPO dan Palm Kernel dari pemasok, serta jalur pengiriman produk jadi ke distributor. Penurunan debit air ini juga mengurangi pasokan air untuk proses produksi pabrik.

Kendati demikian, dampak tersebut dinilai masih relatif rendah, yakni berada di kisaran 5 hingga 10 persen dan masih dapat dikelola dengan baik oleh perseroan. Oleh karena itu, perseroan memastikan tidak ada rencana melakukan penghentian kegiatan operasional (unplanned shutdown) di Pontianak. Sementara itu, kegiatan operasional di kantor Jakarta Selatan dan Gudang di Kabupaten Bekasi sama sekali tidak terdampak.

Belum Pengaruhi Target Produksi dan Keuangan

Hingga tanggal tanggapan disampaikan kepada pihak bursa, kondisi karhutla dan El Nino belum berdampak terhadap target produksi perseroan tahun 2026, sehingga tidak ada revisi target. Perseroan juga belum mengidentifikasi adanya dampak material terhadap pendapatan, laba, maupun nilai aset akibat bencana tersebut.

Terkait aspek hukum, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk memastikan bahwa perseroan tidak sedang menghadapi atau berpotensi menghadapi proses hukum maupun sanksi administratif (seperti penyegelan lahan, penyelidikan, gugatan, atau pencabutan izin) yang berkaitan dengan karhutla. Ke depan, perseroan akan terus memantau perkembangan situasi serta mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. (end)


🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…