IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,956.93▼ -0.95%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,597.96▲ 0.14%Kospi200 856.07▼ -3.95%Korea Composite 5,536.13▼ -4.02%Nikkei 225 Osaka 64,251.37▼ -1.02%Shanghai Composite 3,727.75▼ -0.09%Shenzhen Composite 2,241.96▲ 0.59%Thailand Stock Exchange 1,562.02▼ -0.62%MSCI Indonesia ETF 11.71▲ 0.34%Straits Times Singapore 5,397.86▼ -0.26%Austrian Traded Index 6,627.76▼ -0.00%Euro Stoxx 6,204.55▲ 0.61%CAC 40 Paris 7,868.05▼ -1.11%DAX Frankfurt 25,319.77▼ -1.18%FTSE 100 London 10,764.69▼ -1.08%Dow Jones Industrial Average 51,966.03▼ -0.07%S&P 500 7,690.79▲ 0.41%Nasdaq Composite 26,430.89▲ 1.11%Dow Jones Futures 52,315.00▲ 0.25%S&P Futures 7,865.75▲ 0.13%Nasdaq Futures 30,797.00▲ 0.02%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,750.00▼ -0.34%Zinc 3M 3,725.00▲ 0.30%Cocoa Nybot 5,695.00▲ 0.89%Light Crude Oil NYM 98.57▲ 0.03%Brent Crude 109.68▲ 0.12%Aluminum 3M 3,017.00▲ 0.03%Nickel 3M 15,545.00▲ 0.10%Copper 3M 14,359.50▲ 0.15%Loco London Gold 4,144.10▲ 0.10%Loco London Silver 57.45▲ 0.68%Emas Rupiah 2,397,259.25▼ -0.08%Hangseng Index 23,956.93▼ -0.95%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,597.96▲ 0.14%Kospi200 856.07▼ -3.95%Korea Composite 5,536.13▼ -4.02%Nikkei 225 Osaka 64,251.37▼ -1.02%Shanghai Composite 3,727.75▼ -0.09%Shenzhen Composite 2,241.96▲ 0.59%Thailand Stock Exchange 1,562.02▼ -0.62%MSCI Indonesia ETF 11.71▲ 0.34%Straits Times Singapore 5,397.86▼ -0.26%Austrian Traded Index 6,627.76▼ -0.00%Euro Stoxx 6,204.55▲ 0.61%CAC 40 Paris 7,868.05▼ -1.11%DAX Frankfurt 25,319.77▼ -1.18%FTSE 100 London 10,764.69▼ -1.08%Dow Jones Industrial Average 51,966.03▼ -0.07%S&P 500 7,690.79▲ 0.41%Nasdaq Composite 26,430.89▲ 1.11%Dow Jones Futures 52,315.00▲ 0.25%S&P Futures 7,865.75▲ 0.13%Nasdaq Futures 30,797.00▲ 0.02%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,750.00▼ -0.34%Zinc 3M 3,725.00▲ 0.30%Cocoa Nybot 5,695.00▲ 0.89%Light Crude Oil NYM 98.57▲ 0.03%Brent Crude 109.68▲ 0.12%Aluminum 3M 3,017.00▲ 0.03%Nickel 3M 15,545.00▲ 0.10%Copper 3M 14,359.50▲ 0.15%Loco London Gold 4,144.10▲ 0.10%Loco London Silver 57.45▲ 0.68%Emas Rupiah 2,397,259.25▼ -0.08%
IHSG 5,166.509 ▲ +169.900 (+3.40%) | USD-IDR 17,990
← Kembali
Market News - EKOM
AIRLANGGA MINTA REFORMASI PASAR MODAL BERJALAN KONKRET
🕐 16/10/26 14:51 | IQPLUS
28853449

IQPlus (16/10) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai reformasi pasar modal perlu menunjukkan progresnya secara konkret kepada para investor menyusul terjadinya penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini.

Sebagaimana diketahui, IHSG pada Jumat pagi melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92 sehingga perdagangan saham dihentikan sementara.

"Ini menjadi catatan bagi kita ke depan bahwa reformasi itu harus dijalankan dan progresnya itu harus kelihatan, terutama progresnya harus kelihatan bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri," kata Airlangga di Jakarta, Jumat.

Ia menerangkan sentimen negatif di bursa efek dipengaruhi oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka kemungkinan penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari yang sebelumnya Emerging Market menjadi Standalone Market.

Laporan MSCI itu diumumkan pada 15 Oktober 2026, lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

"Pengumuman MSCI itu merupakan suatu hal yang katakanlah lebih cepat daripada ekspektasi yang sebetulnya. Mereka menjanjikannya di bulan November, tapi ini di Oktober. Namun mereka memberikan target baru lagi untuk tahun depan. Di bulan April dan di bulan Juni," ujarnya.

Menurut Airlangga, perhatian utama MSCI tertuju pada implementasi regulasi dan langkah-langkah reformasi yang sudah dijanjikan oleh otoritas pasar modal sebelumnya, namun masih belum kentara.

Proses reformasi tersebut dipandang membutuhkan waktu relatif lebih panjang dibandingkan dengan negara lain.

Maka dari itu, Airlangga menjadwalkan pertemuan antara pemerintah dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Bank Indonesia (BI) guna membahas isu tersebut.

"Kemudian juga terkait dengan beberapa hal lain yang terkait dengan hal teknis, nanti tentu kami akan bicara dengan bursa (BEI) bahwa kita berharap bahwa langkahnya konkret beserta timelinenya," ujarnya.

Menko Airlangga berharap investor bisa membedakan faktor sentimen dan kondisi fundamental ekonomi dalam menilai perkembangan pasar.

Adapun MSCI dalam laporannya membuka konsultasi dengan pelaku pasar terkait proposal reklasifikasi indeks bursa Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

MSCI memberikan tenggat waktu hingga 30 April 2027 dan mengumumkan keputusan sebelum 30 Juni 2027.

MSCI menyatakan rencana tersebut tetap berlanjut kecuali terdapat bukti jelas mengenai perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar Indonesia.

Sejak Januari 2026, MSCI sudah membekukan sebagian perubahan IHSG di tengah kekhawatiran investor mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi. (end)
📰 BERITA TERKAIT
EKOM: HIMKI: TEI JADI PENGGERAK MENUJU EKSPOR KERAJINAN JADI USD6 MILIAR
20/10/26 11:10
COMD: NILAI TUKAR RUPIAH MENGUAT TERHADAP DOLAR AS
20/10/26 10:55
EKOM: BP TAPERA PERKUAT STRATEGI PERCEPATAN PEMBIAYAAN RUMAH SUBSIDI MBR
20/10/26 10:37
EKOM: SESKAB TEDDY UNGKAP REALISASI INVESTASI CAPAI RP3.923 TRILIUN
20/10/26 09:54
EKOM: PRESIDEN PRABOWO PACU INVESTASI BERKUALITAS LEWAT HILIRISASI DAN PERIZINAN
20/10/26 09:41
EKOM: DANANTARA AKUISISI LAHAN 4,4 HEKTARE DI MAKKAH PERKUAT EKOSISTEM HAJI
20/10/26 09:25
EKOM: KAI: WNA BERKUNJUNG KE JABAR GUNAKAN KERETA NAIK SIGNIFIKAN
20/10/26 09:19
EKOM: BALI TECH WEEK 2026 DORONG INVESTASI DAN EKONOMI DIGITAL
20/10/26 08:53
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…