IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,784.27▼ -0.35%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,600.83▲ 0.08%Kospi200 883.50▲ 2.88%Korea Composite 5,693.54▲ 2.54%Nikkei 225 Osaka 64,639.51▲ 0.88%Shanghai Composite 3,723.95▼ -0.31%Shenzhen Composite 2,237.16▲ 0.03%Thailand Stock Exchange 1,543.07▼ -0.76%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,456.78▲ 0.98%Austrian Traded Index 6,452.99▼ -0.82%Euro Stoxx 6,121.66▼ -0.38%CAC 40 Paris 7,838.49▼ -0.38%DAX Frankfurt 25,304.42▼ -0.06%FTSE 100 London 10,702.78▼ -0.29%Dow Jones Industrial Average 52,495.88▲ 1.02%S&P 500 7,712.65▲ 0.29%Nasdaq Composite 26,424.82▼ -0.02%Dow Jones Futures 52,762.00▲ 0.08%S&P Futures 7,779.00▲ 0.31%Nasdaq Futures 29,901.25▲ 0.76%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,500.00▼ -0.10%Zinc 3M 3,723.00▼ -0.05%Cocoa Nybot 5,755.00▲ 1.20%Light Crude Oil NYM 99.13▲ 1.34%Brent Crude 110.38▲ 1.46%Aluminum 3M 3,016.00▲ 0.47%Nickel 3M 15,925.00▲ 1.68%Copper 3M 14,427.50▲ 0.05%Loco London Gold 4,122.35▲ 0.10%Loco London Silver 57.47▼ -0.02%Emas Rupiah 2,381,526.75▼ -0.13%Hangseng Index 23,784.27▼ -0.35%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,600.83▲ 0.08%Kospi200 883.50▲ 2.88%Korea Composite 5,693.54▲ 2.54%Nikkei 225 Osaka 64,639.51▲ 0.88%Shanghai Composite 3,723.95▼ -0.31%Shenzhen Composite 2,237.16▲ 0.03%Thailand Stock Exchange 1,543.07▼ -0.76%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,456.78▲ 0.98%Austrian Traded Index 6,452.99▼ -0.82%Euro Stoxx 6,121.66▼ -0.38%CAC 40 Paris 7,838.49▼ -0.38%DAX Frankfurt 25,304.42▼ -0.06%FTSE 100 London 10,702.78▼ -0.29%Dow Jones Industrial Average 52,495.88▲ 1.02%S&P 500 7,712.65▲ 0.29%Nasdaq Composite 26,424.82▼ -0.02%Dow Jones Futures 52,762.00▲ 0.08%S&P Futures 7,779.00▲ 0.31%Nasdaq Futures 29,901.25▲ 0.76%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,500.00▼ -0.10%Zinc 3M 3,723.00▼ -0.05%Cocoa Nybot 5,755.00▲ 1.20%Light Crude Oil NYM 99.13▲ 1.34%Brent Crude 110.38▲ 1.46%Aluminum 3M 3,016.00▲ 0.47%Nickel 3M 15,925.00▲ 1.68%Copper 3M 14,427.50▲ 0.05%Loco London Gold 4,122.35▲ 0.10%Loco London Silver 57.47▼ -0.02%Emas Rupiah 2,381,526.75▼ -0.13%
IHSG 5,229.084 ▼ -49.804 (-0.94%) | USD-IDR 17,966
← Kembali
Stock News - AIMS
AIMS FOKUS OPTIMALISASI BISNIS DI KUARTAL III 2026
🕐 13/10/26 08:55 | IQPLUS
28532063

IQPlus, (13/10) - PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) memberikan tanggapan resmi atas permintaan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat klarifikasi bernomor 02/AIMS-CS/X/2026 yang dirilis pada 12 Oktober 2026. Klarifikasi ini merujuk pada surat BEI Nomor S-12854/BEI.PP2/10-2026 tertanggal 9 Oktober 2026.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, Corporate Secretary AIMS, Anton Hidayat, memaparkan sejumlah poin penting terkait operasional perusahaan, kondisi keuangan, hingga dinamika pergerakan saham emiten.

Kantongi Kontrak Perdagangan Batu Bara

Menjawab pertanyaan terkait perolehan kontrak baru, manajemen AIMS mengungkapkan bahwa perseroan saat ini tengah menjalankan satu kontrak kerja sama perdagangan (trading) batu bara. Kontrak tersebut sedang dalam proses pelaksanaan dan diproyeksikan menjadi salah satu sumber pendapatan yang akan dicatat pada Laporan Keuangan Triwulan III Tahun 2026.

"Perseroan saat ini terus berupaya mengoptimalkan kegiatan usaha di bidang perdagangan batu bara, serta secara aktif melakukan penjajakan peluang kerja sama dengan berbagai pihak guna menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan," ujar manajemen dalam keterangannya.

Kendati demikian, terkait rencana pengembangan bisnis baru atau diversifikasi ke depan, AIMS menyatakan bahwa inisiatif tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan kajian internal. Belum ada keputusan atau komitmen definitif yang diambil, dan perseroan berjanji akan segera menyampaikan keterbukaan informasi jika terdapat perkembangan material.

Tanggapan Terkait Volatilitas Saham dan Persaingan Usaha

Menanggapi pergerakan harga saham perseroan di pasar sekunder, manajemen AIMS menegaskan bahwa fluktuasi harga sepenuhnya terbentuk melalui mekanisme pasar bebas di BEI, yang dipengaruhi oleh sentimen investor, permintaan-penawaran, serta dinamika pasar modal secara umum. Perseroan menegaskan tidak memiliki kendali khusus atas pergerakan harga saham tersebut.

Di tengah kondisi sektor perdagangan batu bara yang kompetitif yang dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global hingga regulasi energi AIMS mengaku belum memiliki pangsa pasar yang signifikan karena kegiatan usahanya masih berada dalam tahap pengembangan dan optimalisasi. Selain itu, perseroan memastikan bahwa hingga tanggal penyampaian tanggapan ini, tidak terdapat perkara hukum, informasi material di media massa yang belum dilaporkan, atau fakta material tersembunyi yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha maupun keputusan investasi pemodal.(end)

🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…