PT TIMAH DUKUNG KETAHANAN PANGAN DI WILAYAH OPERASIONAL
🕐 21/10/26 10:20 | IQPLUS
29337071
IQPlus, (21/10) - Mendukung ketahanan pangan membutuhkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT TIMAH (Persero) Tbk mendorong pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di wilayah operasional perusahaan.
Dukungan PT TIMAH diwujudkan melalui berbagai program berbasis potensi lokal, mulai dari budidaya tanaman pangan dan sayuran, pertanian hidroponik, peternakan ayam dan bebek, hingga budidaya ikan menggunakan keramba jaring apung (KJA). Program-program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan usaha produktif.
Sejumlah program yang direalisasikan diantaranya pengembangan nanas oleh kelompok tani di Desa Kundur, tanaman pangan bersama kelompok tani di Sungailiat, serta program pertanian terpadu di Badau yang mencakup budidaya jagung pipil dan nanas yang kemudian dikembangkan dengan sayuran dan komoditas lainnya pada 2026.
PT TIMAH juga mendukung pengembangan pertanian hidroponik oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Perkasa di Desa Air Putih pada serta kelompok hidroponik di Kundur.
Sementara di sektor peternakan dan perikanan, program yang dikembangkan meliputi peternakan ayam di Kundur dan Desa Telak, Jebus, budidaya ikan menggunakan keramba jaring apung (KJA) di Desa Telak, Jebus, dan Kelurahan Teluk Rubiah, Mentok, serta peternakan bebek di Desa Pedindang pada 2026.
Melalui beragam program tersebut, perusahaan berupaya mendorong pemanfaatan potensi lokal agar masyarakat memiliki pilihan usaha produktif yang dapat dikembangkan sesuai kondisi wilayah dan kebutuhan pasar.
Manfaat pendampingan itu dirasakan Kelompok Hidroponik Lanjut Bestari. Ketua kelompok, Sartini, menceritakan bahwa sejak mendapatkan pembinaan dari PT TIMAH, kelompoknya bisa memenuhi kebutuhan sayur keluarga.
"Awalnya kami hanya menanam pokcoy, satu meja sekali panen bisa sampai 30 kg dan kami ada dua meja. Sekarang sudah banyak sayuran yang ditanam seperti sawi manis, pokcoy, selada, sop," kata Sartini dikutip dari pemberitaan sebelumnya.
Menurutnya, kegiatan hidroponik tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi anggota kelompok, tetapi juga membuka kesempatan untuk memperoleh penghasilan dari hasil panen.
"Tadinya kami hanya ibu rumah tangga biasa, sekarang kami sudah produktif dengan adanya program pertanian hidroponik dari PT TIMAH. Bahkan kalau panen kami sudah mendapatkan penghasilan untuk anggota kelompok," ungkapnya.
Selain mengembangkan program pertanian baru, PT TIMAH memberikan dukungan kepada kelompok tani melalui bantuan sarana produksi, peralatan pertanian, serta pelatihan budidaya. Dukungan ini ditujukan untuk membantu petani meningkatkan efisiensi kerja dan mengembangkan komoditas yang memiliki potensi ekonomi.
Salah satunya diberikan kepada Kelompok Tani Mitra Mandiri di Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat. Ketua kelompok, Muhammad Azhar, mengatakan bantuan mini kultivator dari PT TIMAH membantu mempercepat pengolahan lahan yang sebelumnya dilakukan secara manual.
"Selama ini kami mengolah tanah menggunakan cangkul secara manual, itu cukup melelahkan, tidak efektif, dan memakan waktu lama. Dengan adanya mini kultivator dari PT TIMAH ini, proses menghancurkan dan meratakan tanah jadi lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal," ujar Azhar. (end)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).