IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,796.64▼ -0.30%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,597.57▼ -0.13%Kospi200 892.21▲ 3.89%Korea Composite 5,743.70▲ 3.44%Nikkei 225 Osaka 64,823.55▲ 1.17%Shanghai Composite 3,717.36▼ -0.48%Shenzhen Composite 2,233.98▼ -0.11%Thailand Stock Exchange 1,540.00▼ -0.96%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,451.06▲ 0.87%Austrian Traded Index 6,452.99▼ -0.82%Euro Stoxx 6,121.66▼ -0.38%CAC 40 Paris 7,838.49▼ -0.38%DAX Frankfurt 25,304.42▼ -0.06%FTSE 100 London 10,702.78▼ -0.29%Dow Jones Industrial Average 52,495.88▲ 1.02%S&P 500 7,712.65▲ 0.29%Nasdaq Composite 26,424.82▼ -0.02%Dow Jones Futures 52,723.00▲ 0.01%S&P Futures 7,782.75▲ 0.35%Nasdaq Futures 29,976.00▲ 1.01%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,690.00▲ 0.69%Zinc 3M 3,728.00▲ 0.08%Cocoa Nybot 5,755.00▲ 1.20%Light Crude Oil NYM 99.31▲ 1.52%Brent Crude 110.54▲ 1.61%Aluminum 3M 3,014.50▲ 0.40%Nickel 3M 15,930.00▲ 1.71%Copper 3M 14,426.00▲ 0.04%Loco London Gold 4,114.60▼ -0.25%Loco London Silver 57.39▼ -1.02%Emas Rupiah 2,376,347.75▼ -0.34%Hangseng Index 23,796.64▼ -0.30%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,597.57▼ -0.13%Kospi200 892.21▲ 3.89%Korea Composite 5,743.70▲ 3.44%Nikkei 225 Osaka 64,823.55▲ 1.17%Shanghai Composite 3,717.36▼ -0.48%Shenzhen Composite 2,233.98▼ -0.11%Thailand Stock Exchange 1,540.00▼ -0.96%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,451.06▲ 0.87%Austrian Traded Index 6,452.99▼ -0.82%Euro Stoxx 6,121.66▼ -0.38%CAC 40 Paris 7,838.49▼ -0.38%DAX Frankfurt 25,304.42▼ -0.06%FTSE 100 London 10,702.78▼ -0.29%Dow Jones Industrial Average 52,495.88▲ 1.02%S&P 500 7,712.65▲ 0.29%Nasdaq Composite 26,424.82▼ -0.02%Dow Jones Futures 52,723.00▲ 0.01%S&P Futures 7,782.75▲ 0.35%Nasdaq Futures 29,976.00▲ 1.01%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,690.00▲ 0.69%Zinc 3M 3,728.00▲ 0.08%Cocoa Nybot 5,755.00▲ 1.20%Light Crude Oil NYM 99.31▲ 1.52%Brent Crude 110.54▲ 1.61%Aluminum 3M 3,014.50▲ 0.40%Nickel 3M 15,930.00▲ 1.71%Copper 3M 14,426.00▲ 0.04%Loco London Gold 4,114.60▼ -0.25%Loco London Silver 57.39▼ -1.02%Emas Rupiah 2,376,347.75▼ -0.34%
IHSG 5,218.071 ▼ -60.817 (-1.15%) | USD-IDR 17,962
← Kembali
Stock News - ICOM
QUALCOMM AKAN PANGKAS JUMLAH KARYAWAN SECARA GLOBAL
🕐 21/10/26 08:30 | IQPLUS
29330602

IQPlus, (21/10) - Qualcomm akan melakukan pengurangan jumlah karyawan secara global sebagai langkah yang "berfokus pada peningkatan kinerja" setelah evaluasi tahunan terhadap pegawai. Hal ini disampaikan oleh CEO Cristiano Amon melalui memo kepada staf pada hari Senin yang telah ditinjau oleh Reuters dengan pemberitahuan yang dijadwalkan mulai disampaikan pada bulan November.

Amon menyatakan bahwa pengurangan ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun "budaya kinerja yang lebih kuat" serta mengatasi situasi di mana perusahaan "secara konsisten tidak memenuhi ekspektasi."

Memo tersebut tidak menyebutkan berapa banyak posisi yang akan terdampak, dan Reuters belum dapat memastikan skala pengurangan tersebut.

Qualcomm tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar. Per September tahun lalu, perusahaan ini memiliki sekitar 52.000 karyawan di seluruh dunia, yang sebagian besar merupakan pekerja purnawaktu. Tahun fiskal perusahaan biasanya berakhir pada akhir September.

Sebagai salah satu produsen cip ponsel pintar terbesar di dunia, Qualcomm tahun ini terdampak oleh penurunan penjualan perangkat elektronik konsumen, sementara lonjakan harga memori turut menekan permintaan di pasar-pasar utama.

Saham perusahaan hanya naik 1,5% pada tahun 2026, dibandingkan dengan kenaikan lebih dari 12% pada indeks acuan S&P 500 (.SPX) dan hampir 60% pada indeks Philadelphia Semiconductor (.SOX).

Saham Qualcomm sempat naik lebih dari 1%, setelah sebelumnya sempat turun sekitar 0,5% pada perdagangan hari Selasa.

Dalam laporan pendapatan terbarunya pada akhir Juli, Qualcomm memproyeksikan laba kuartalan di bawah estimasi dan menyatakan bahwa pendapatan dari produk Apple akan menurun lebih cepat dari perkiraan. Di sisi lain, perusahaan mengisyaratkan bahwa pertumbuhan di sektor pusat data (*data center*) dan bisnis non-ponsel lainnya akan mampu menutupi hilangnya pendapatan tersebut pada tahun fiskal 2027.

Perusahaan memperkirakan bahwa pada tahun fiskal 2027, sebagian besar penjualan cipnya akan berasal dari sektor di luar ponsel pintar, seiring dengan langkah perusahaan berekspansi ke pasar pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) yang tengah berkembang pesat. Dalam memo tersebut, Amon menyatakan bahwa prioritas bisnis, kebutuhan organisasi, serta keterampilan dan keahlian akan menjadi pertimbangan dalam melakukan pengurangan jumlah karyawan.

"Seiring dengan ekspansi bisnis kami, kompetensi dan keterampilan yang kami butuhkan pun turut berkembang," tulisnya. "Kita harus menempatkan orang yang tepat pada peran yang tepat agar mereka dapat memberikan kinerja terbaiknya dan perusahaan dapat terus meraih kesuksesan." (end/Reuters)






📰 BERITA TERKAIT
ICOM: MCLAREN JUAL LIMA MOBIL F-1 YANG PERNAH DIKEMUDIKAN PARA JUARA
19/10/26 10:55
ICOM: INDOFOOD AGRI PANTAU TITIK PANAS DI PERKEBUNAN GUNA CEGAH KEBAKARAN
19/10/26 08:18
ICOM: MAZDA BUKA RUANG PAMER KHUSUS KENDARAAN LISTRIK DI SINGAPURA
16/10/26 12:48
ICOM: TINGGALKAN PEPSI, KFC PILIH COCA-COLA JADI PEMASOK MINUMAN BERSODA DI AS
16/10/26 10:07
ICOM: BMW MULAI PRODUKSI MASSAL BATERAI GENERASI KE ENAM DI TIONGKOK
16/10/26 09:51
ICOM: HYUNDAI RECALL 94.622 KENDARAAN DI AS KARENA RISIKO KEBAKARAN
15/10/26 14:54
ICOM: SESUAI PERKIRAAN, TSMC CATAT REKOR LABA DI KUARTAL KETIGA
15/10/26 13:33
ICOM: LABA Q3 ERICSSON TURUN DIBAYANGI KENAIKAN BIAYA KOMPONEN
15/10/26 12:47
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…