IQPlus, (21/10) - Indeks Dow naik 1 persen pada hari Selasa (20 Oktober), mengungguli indeks acuan S&P 500, dengan sektor kesehatan memberikan dorongan terbesar bagi Wall Street, sementara sektor teknologi menjadi penghambat utama.
Sektor kesehatan memimpin kenaikan di antara 11 indeks sektor utama S&P 500, bahkan mencapai rekor tertinggi. Eli Lilly menjadi kontributor poin indeks terbesar bagi S&P 500, sementara UnitedHealth, Merck & Co, Johnson & Johnson, dan Amgen turut mendongkrak indeks saham unggulan (blue-chip) Dow Jones.
Penurunan pada saham-saham berkapitalisasi pasar sangat besar (megacap) menekan sektor layanan komunikasi. Saham-saham sektor energi mencatatkan kinerja yang lemah seiring dengan penurunan harga minyak, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam lima bulan.
Para pedagang minyak mempertimbangkan pertemuan antara presiden Iran dan kepala angkatan darat Pakistan yang berperan sebagai mediator antara AS dan Iran di tengah serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi serta laporan mengenai serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk.
Meskipun sektor teknologi yang berbobot besar melemah 0,3 persen menjadi penekan terbesar terhadap poin indeks S&P 500 dan membuat Nasdaq cenderung stagnan sektor ini sebenarnya sempat bangkit pada hari Senin.
Sebelumnya, pada pekan lalu, saham-saham teknologi sempat mengalami aksi jual karena kekhawatiran investor mengenai tingginya biaya pengeluaran dan pendanaan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Dow Jones Industrial Average naik 529,85 poin, atau 1,02 persen, menjadi 52.495,88; S&P 500 menguat 21,84 poin, atau 0,28 persen, menjadi 7.712,57; dan Nasdaq Composite turun 6,07 poin, atau 0,02 persen, menjadi 26.424,82. (end/Reuters)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).