IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,956.93▼ -0.95%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,597.69▲ 0.12%Kospi200 854.95▼ -4.08%Korea Composite 5,530.84▼ -4.11%Nikkei 225 Osaka 64,165.84▼ -1.16%Shanghai Composite 3,727.75▼ -0.09%Shenzhen Composite 2,241.96▲ 0.59%Thailand Stock Exchange 1,560.79▼ -0.70%MSCI Indonesia ETF 11.71▲ 0.34%Straits Times Singapore 5,397.92▼ -0.26%Austrian Traded Index 6,627.76▼ -0.00%Euro Stoxx 6,204.55▲ 0.61%CAC 40 Paris 7,868.05▼ -1.11%DAX Frankfurt 25,319.77▼ -1.18%FTSE 100 London 10,764.69▼ -1.08%Dow Jones Industrial Average 51,966.03▼ -0.07%S&P 500 7,690.79▲ 0.41%Nasdaq Composite 26,430.89▲ 1.11%Dow Jones Futures 52,301.00▲ 0.23%S&P Futures 7,865.75▲ 0.13%Nasdaq Futures 30,797.00▲ 0.02%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,750.00▼ -0.34%Zinc 3M 3,724.50▲ 0.30%Cocoa Nybot 5,695.00▲ 0.89%Light Crude Oil NYM 98.540.00%Brent Crude 109.67▲ 0.11%Aluminum 3M 3,016.500.00%Nickel 3M 15,545.00▲ 0.10%Copper 3M 14,356.50▲ 0.13%Loco London Gold 4,143.20▲ 0.08%Loco London Silver 57.44▲ 0.66%Emas Rupiah 2,396,680.75▼ -0.10%Hangseng Index 23,956.93▼ -0.95%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,597.69▲ 0.12%Kospi200 854.95▼ -4.08%Korea Composite 5,530.84▼ -4.11%Nikkei 225 Osaka 64,165.84▼ -1.16%Shanghai Composite 3,727.75▼ -0.09%Shenzhen Composite 2,241.96▲ 0.59%Thailand Stock Exchange 1,560.79▼ -0.70%MSCI Indonesia ETF 11.71▲ 0.34%Straits Times Singapore 5,397.92▼ -0.26%Austrian Traded Index 6,627.76▼ -0.00%Euro Stoxx 6,204.55▲ 0.61%CAC 40 Paris 7,868.05▼ -1.11%DAX Frankfurt 25,319.77▼ -1.18%FTSE 100 London 10,764.69▼ -1.08%Dow Jones Industrial Average 51,966.03▼ -0.07%S&P 500 7,690.79▲ 0.41%Nasdaq Composite 26,430.89▲ 1.11%Dow Jones Futures 52,301.00▲ 0.23%S&P Futures 7,865.75▲ 0.13%Nasdaq Futures 30,797.00▲ 0.02%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 50,750.00▼ -0.34%Zinc 3M 3,724.50▲ 0.30%Cocoa Nybot 5,695.00▲ 0.89%Light Crude Oil NYM 98.540.00%Brent Crude 109.67▲ 0.11%Aluminum 3M 3,016.500.00%Nickel 3M 15,545.00▲ 0.10%Copper 3M 14,356.50▲ 0.13%Loco London Gold 4,143.20▲ 0.08%Loco London Silver 57.44▲ 0.66%Emas Rupiah 2,396,680.75▼ -0.10%
IHSG 5,170.186 ▲ +173.577 (+3.47%) | USD-IDR 17,990
← Kembali
Market News - EKOM
BEI UMUMKAN DUA INISIATIF BARU USAI BERTEMU MSCI
🕐 20/10/26 07:26 | IQPLUS
29226733

IQPlus, (20/10) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan dua inisiatif baru untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia, seusai menggelar pertemuan dengan MSCI Inc. pada Senin (19/10) sore.

Kedua inisiatif itu yaitu penambahan keterangan afiliasi saham dengan kepemilikan 1 persen, dan mengeluarkan seluruh saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta, Senin, mengatakan, inisiatif pertama dilakukan dengan menambahkan keterangan mengenai status afiliasi atau non-afiliasi pada publikasi nama pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen.

"Pertama adalah dalam publikasi nama pemegang saham 1 persen akan kami tambahkan keterangan apakah nama tersebut terafiliasi atau tidak terafiliasi," kata Jeffrey.

Kemudian, inisiatif kedua yaitu mengeluarkan seluruh saham kategori HSC dari IHSG, sebagai upaya meningkatkan kredibilitas dan integritas indeks saham acuan pasar modal Indonesia.

"Kedua, untuk memberikan indeks harga yang lebih kredibel dan berintegritas, kami akan mengeluarkan seluruh saham High Shareholding Concentration dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)," ujar Jeffrey.

Jeffrey berharap kedua inisiatif tersebut dapat meningkatkan transparansi dan memperkuat integritas pasar modal Indonesia.

Sementara itu, untuk periode efektif penerapan kedua kebijakan tersebut akan diumumkan lebih lanjut oleh BEI.

"Kedua inisiatif tersebut akan kami sampaikan segera waktu efektifnya. Demikian yang dapat kami sampaikan," ujar Jeffrey.

BEI telah menggelar pertemuan secara dalam jaringan (daring) dengan MSCI pada Senin (19/10) sore pukul 15.30 WIB.

Pertemuan tersebut dilakukan menyusul pengumuman MSCI pada Jumat (16/10), yang membuka konsultasi ke pelaku pasar untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan final mengenai usulan perubahan klasifikasi tersebut paling lambat akhir Juni 2027.

Jeffrey mengungkapkan, pertemuan tersebut membahas berbagai hal, namun BEI tidak dapat mengungkapkan secara terperinci isi pembahasan maupun kesimpulan pertemuan tersebut.

Jeffrey memastikan BEI akan terus melanjutkan berbagai inisiatif reformasi integritas pasar modal Indonesia.

BEI telah menyelesaikan empat inisiatif, diantaranya publikasi nama pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen, penyampaian data investor yang lebih terperinci, peningkatan ketentuan free float, serta pengumuman saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

Selain itu, BEI telah mengubah batas minimum (terendah) harga saham dari sebesar Rp50 menjadi Rp1.

Jeffrey menekankan bahwa berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya bursa untuk memperkuat transparansi, kredibilitas pasar, dan tata kelola pasar modal. (end/ant)

📰 BERITA TERKAIT
EKOM: HIMKI: TEI JADI PENGGERAK MENUJU EKSPOR KERAJINAN JADI USD6 MILIAR
20/10/26 11:10
COMD: NILAI TUKAR RUPIAH MENGUAT TERHADAP DOLAR AS
20/10/26 10:55
EKOM: BP TAPERA PERKUAT STRATEGI PERCEPATAN PEMBIAYAAN RUMAH SUBSIDI MBR
20/10/26 10:37
EKOM: SESKAB TEDDY UNGKAP REALISASI INVESTASI CAPAI RP3.923 TRILIUN
20/10/26 09:54
EKOM: PRESIDEN PRABOWO PACU INVESTASI BERKUALITAS LEWAT HILIRISASI DAN PERIZINAN
20/10/26 09:41
EKOM: DANANTARA AKUISISI LAHAN 4,4 HEKTARE DI MAKKAH PERKUAT EKOSISTEM HAJI
20/10/26 09:25
EKOM: KAI: WNA BERKUNJUNG KE JABAR GUNAKAN KERETA NAIK SIGNIFIKAN
20/10/26 09:19
EKOM: BALI TECH WEEK 2026 DORONG INVESTASI DAN EKONOMI DIGITAL
20/10/26 08:53
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…