IQPlus
🔍
Hangseng Index 23,867.740.00%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,599.58▲ 0.24%Kospi200 889.45▲ 3.57%Korea Composite 5,723.22▲ 3.07%Nikkei 225 Osaka 65,080.33▲ 1.57%Shanghai Composite 3,735.37▲ 0.12%Shenzhen Composite 2,236.38▲ 0.34%Thailand Stock Exchange 1,554.94▼ -1.08%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,404.02▼ -0.15%Austrian Traded Index 6,506.54▼ -0.77%Euro Stoxx 6,144.81▼ -0.96%CAC 40 Paris 7,838.49▼ -0.38%DAX Frankfurt 25,304.42▼ -0.06%FTSE 100 London 10,702.78▼ -0.29%Dow Jones Industrial Average 52,495.88▲ 1.02%S&P 500 7,712.65▲ 0.29%Nasdaq Composite 26,424.82▼ -0.02%Dow Jones Futures 52,727.00▲ 0.02%S&P Futures 7,784.50▲ 0.38%Nasdaq Futures 30,001.25▲ 1.10%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,000.00▲ 1.02%Zinc 3M 3,741.00▲ 0.73%Cocoa Nybot 5,755.00▲ 1.20%Light Crude Oil NYM 98.44▲ 0.63%Brent Crude 109.45▲ 0.61%Aluminum 3M 3,025.50▲ 0.30%Nickel 3M 15,815.00▲ 1.84%Copper 3M 14,453.00▲ 0.80%Loco London Gold 4,121.10▼ -0.09%Loco London Silver 57.88▼ -0.18%Emas Rupiah 2,382,739.50▼ -0.08%Hangseng Index 23,867.740.00%Kuala Lumpur Stock Exchange 1,599.58▲ 0.24%Kospi200 889.45▲ 3.57%Korea Composite 5,723.22▲ 3.07%Nikkei 225 Osaka 65,080.33▲ 1.57%Shanghai Composite 3,735.37▲ 0.12%Shenzhen Composite 2,236.38▲ 0.34%Thailand Stock Exchange 1,554.94▼ -1.08%MSCI Indonesia ETF 9.61▼ -3.32%Straits Times Singapore 5,404.02▼ -0.15%Austrian Traded Index 6,506.54▼ -0.77%Euro Stoxx 6,144.81▼ -0.96%CAC 40 Paris 7,838.49▼ -0.38%DAX Frankfurt 25,304.42▼ -0.06%FTSE 100 London 10,702.78▼ -0.29%Dow Jones Industrial Average 52,495.88▲ 1.02%S&P 500 7,712.65▲ 0.29%Nasdaq Composite 26,424.82▼ -0.02%Dow Jones Futures 52,727.00▲ 0.02%S&P Futures 7,784.50▲ 0.38%Nasdaq Futures 30,001.25▲ 1.10%New York Stock Exchange 17,188.46▼ -1.43%Tin 3M 51,000.00▲ 1.02%Zinc 3M 3,741.00▲ 0.73%Cocoa Nybot 5,755.00▲ 1.20%Light Crude Oil NYM 98.44▲ 0.63%Brent Crude 109.45▲ 0.61%Aluminum 3M 3,025.50▲ 0.30%Nickel 3M 15,815.00▲ 1.84%Copper 3M 14,453.00▲ 0.80%Loco London Gold 4,121.10▼ -0.09%Loco London Silver 57.88▼ -0.18%Emas Rupiah 2,382,739.50▼ -0.08%
IHSG 5,263.030 ▼ -5,278.888 (-100.00%) | USD-IDR 17,983
← Kembali
Stock News - MEJA
PERSIAPKAN AKUISISI TRIMATA COAL PERKASA, MEJA TUNJUK PENILAI INDEPENDEN
🕐 01/10/26 09:48 | IQPLUS
27335147

IQPlus, (1/10) - PT Harta Djaya Karya Tbk (INDX:MEJA) secara resmi mengumumkan penunjukan penilai independen untuk mendukung persiapan rencana aksi korporasi besar berupa akuisisi PT Trimata Coal Perkasa. Langkah strategis ini juga disertai dengan rencana penambahan bidang usaha baru guna memperkuat struktur bisnis Perseroan ke depan.

Pengumuman penting tersebut disampaikan oleh manajemen melalui laporan Keterbukaan Informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 1 Oktober 2026. Penyampaian laporan ini mengacu pada peraturan pasar modal terkait keterbukaan informasi dan fakta material.

Sekretaris Perusahaan PT Harta Djaya Karya Tbk, Habibah Jannah, mengonfirmasi bahwa Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan (KJPP DAZ & Rekan). Penandatanganan dokumen penugasan serta persetujuan penawaran resmi dari lembaga independen tersebut disepakati pada 29 September 2026.

Menurut Habibah, penunjukan KJPP ini merupakan tahapan konkret untuk melanjutkan rencana aksi korporasi ke proses penilaian dan kajian independen secara komprehensif. Prosedur ini wajib ditempuh guna memenuhi ketentuan pasar modal yang berlaku, khususnya terkait transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.

Dalam ruang lingkup penugasannya, KJPP DAZ & Rekan akan menjalankan penilaian bisnis (business valuation) untuk menetapkan opini nilai wajar atas objek akuisisi PT Trimata Coal Perkasa. Selain itu, lembaga penilai juga menyusun opini kewajaran (fairness opinion) yang mencakup analisis dampak keuangan baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Tak hanya soal akuisisi, penilai independen tersebut ditugaskan melakukan studi kelayakan (feasibility study) atas rencana penambahan bidang usaha baru, yaitu Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200). Kajian ini bakal menelaah aspek legalitas, kondisi ekonomi bisnis, rencana investasi, pemasaran, pembiayaan, hingga analisis SWOT.

Manajemen menegaskan bahwa hasil evaluasi menyeluruh dari KJPP akan menjadi dasar pertimbangan utama Perseroan dalam menentukan kelayakan, manfaat, serta risiko aksi korporasi ini. Keputusan final pelaksanaan akuisisi dan ekspansi usaha akan tetap memperhatikan pemenuhan persetujuan regulasi serta aturan Anggaran Dasar Perseroan. (end)

📰 BERITA TERKAIT
MEJA: HARTA DJAYA SIMPAN DANA IPO Rp9,48 MILIAR
13/10/26 16:11
MEJA: HARTA DJAYA KARYA LUNASI UTANG KE BCA
05/10/26 12:43
🏢 LEMBAGA TERKAIT
IDX ID Clear (KPEI) KSEI OJK

Disclaimer :

All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise. All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange. All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein. By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).

ADDRESS :

Komplek Gading Bukit Indah, Blok H24,
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240

Info Produk

Marketing

Technical Support

SUPPORT 1 SUPPORT 2 SUPPORT 3

Phone : 021-4513821

Email : marketing@iqplus.info

HomeHome NewsNews Top20Top 20 MarketSummary InfoInfo
Memuat Top 20…