SK HYNIX AKAN BELI KEMBALI SAHAM DAN BATALKAN SAHAM TREASURI 40 TRILIUN WON
🕐 19/08/26 14:57 | IQPLUS
23053845
IQPlus, (19/8) - SK Hynix pada hari Rabu menyatakan akan membeli kembali dan membatalkan saham treasuri senilai 40 triliun won (US$28,61 miliar) serta mengalokasikan lebih dari 50% arus kas bebas (*free cash flow*) yang dihasilkan antara tahun 2025 dan 2027 untuk meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan dari para investor agar SK Hynix dan Samsung Electronics mengembalikan porsi kas berlebih yang lebih besar melalui dividen atau pembelian kembali saham, setelah kedua produsen cip tersebut memberikan sedikit rincian mengenai pengembalian modal meskipun melaporkan rekor laba yang didorong oleh lonjakan permintaan cip memori AI.
Desakan tersebut semakin menguat seiring turunnya harga saham SK Hynix dan Samsung setelah sempat mencapai rekor tertinggi pada bulan Juni akibat kekhawatiran mengenai keberlanjutan belanja terkait AI, meskipun harga saham keduanya masih jauh lebih tinggi dibandingkan awal tahun ini.
SK Hynix menyatakan bahwa "nilai intrinsiknya yang didukung oleh daya saing bisnis, kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat, serta potensi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang tidak sepenuhnya tercermin dalam harga sahamnya saat ini."
Produsen cip asal Korea Selatan ini juga menyatakan akan memperluas target total imbal hasil pemegang saham dari sebelumnya "dalam kisaran 50% dari arus kas bebas kumulatif" menjadi "lebih dari 50% dari arus kas bebas kumulatif" melalui pembelian kembali saham, pembatalan saham, dan dividen.
Perusahaan menambahkan bahwa opsi untuk meningkatkan pembayaran, termasuk dividen khusus, juga sedang dipertimbangkan, dengan rincian mengenai tambahan imbal hasil pemegang saham yang rencananya akan diumumkan bersamaan dengan laporan laba kuartal ketiga, kemungkinan pada akhir Oktober.
SK Hynix menyebutkan bahwa posisi kas bersihnya mencapai sekitar 69 triliun won pada akhir kuartal kedua tahun ini. (end/Reuters)
All market data is a real-time snapshot, delayed at least 10 minute, except where indicated otherwise.
All market data presented in this website have been permitted by the Indonesian Stock Exchange.
All market data and analysis information provided "as is" for informational purposes only, not intended for trading purposes or advice. IQ Plus is not liable for any informational errors, incompleteness, or delays, or for any actions taken in reliance on information contained herein.
By accessing the IQPLUS.info site, you agree not to redistribute the information found therein. All quotes are in West Indonesia Standard Time (WIB).